PRAYA-Karnaval bau nyale di Lombok Tengah, diharapkan sebagai ajang promosi pariwisata. Bisa membangkitkan pariwisata di tengah keterpurukan pascagempa, harga tiket dan bagasi perbayar yang mencekik.
“Mudah-mudahan, target kunjungan wisatawan kita terpenuhi tahun ini,” harap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng HL Muhammad Putrie, Sabtu (23/2).
Karena dua bulan berjalan, beber Putrie jumlahnya terus saja menurun. Namun jika dibandingkan kabupaten/kota lain di NTB, Loteng tidak terlalu parah. Itu karena, nama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, mulai mendunia.
Apalagi, lanjutnya mulai bermunculannya pemberitaan berbagai media masa, terkait pelaksanaan MotoGP tahun 2021 mendatang. “Dari sekarang, kita jangan menjadi penonton di daerah sendiri,” serunya.
Maksudnya, terang Putrie warga dimana pun berada di Loteng, harus mengambil kesempatan mensukseskannya. Dari tukang tambal ban, warung nasi sampai penginapan. “Tahun depan, bisa saja karnaval bau nyale lebih besar, meriah dan mendunia,” cetusnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri mengaku kagum, melihat peserta karnaval bau nyale kali ini. Karena, pakaian yang digunakan lebih baik, dari tahun lalu. Rute nya juga, tidak terlalu panjang. Dari lapangan pacuan Kuda, memutar ke pertigaan PLN Praya dan berakhir di depan kantor bupati.
Sepanjang jalan itu, diakuinya dipadati para penonton. Mereka, tidak saja dari warga Loteng. Tapi, kabupaten/kota lain di NTB, bahkan para wisatawan nusantara dan asing. “Alhamdulilah,” cetus orang nomor dua di Loteng tersebut.(dss/r2)
Editor : Administrator