Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ponpes Harus Bisa Berwirausaha

Administrator • Rabu, 27 Februari 2019 | 15:53 WIB
PELANTIKAN PENGURUS: Para tuan guru dan ustad, saat dilantik sebagai pengurus satri entrepreneur di Ponpes Sirajul Huda di Desa Durian, Janapria Lombok Tengah, kemarin (26/2).
PELANTIKAN PENGURUS: Para tuan guru dan ustad, saat dilantik sebagai pengurus satri entrepreneur di Ponpes Sirajul Huda di Desa Durian, Janapria Lombok Tengah, kemarin (26/2).

PRAYA-Pondok Pesantren (Ponpes) dimana pun berada di Lombok Tengah, diharapkan mampu menghidupi yayasannya sendiri. Caranya, menjadi entrepreneur atau berwirausaha. Baik yang dikelola kalangan santri, para guru, pemilik yayasan bahkan bisa melibatkan warga sekitar Ponpes bersangkutan.


“Entrepreneur yang kita harapkan, berbasis teknologi informasi,” saran inisiator santri preneur Indonesia KH Ahmad Sugeng Utomo, di Ponpes Sirajul Huda Desa Durian, Kecamatan Janapria, kemarin (26/2).


Untuk mewujudkannya, kata KH Ahmad Kementerian Komunikasi dan Informatika, melalui Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), siap membantu. Baik menyangkut, sumber daya manusia hingga fasilitas telekomunikasi. Sekarang, tinggal mau dan siap, atau tidak. Karena bisa dikatakan, setiap santri pasti memegang telepon genggam.


Teknologi yang satu itu, terangnya kenapa tidak dimanfaatkan untuk menghasilkan uang. Dengan cara, membuka belanja online. “Kami tunggu,” cetusnya, dihadapan Asisten II Setda Loteng H Nasrun, Ketua Yayasan Ponpes Sirajul Huda Ustad H Abdulloh, para tuan guru dan santri.


Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Sirajul Huda Ustad H Abdulloh merasa bersyukur dan berterima kasih, karena yayasannya ditunjuk sebagai pelaksana pendidikan dan pelatihan entrepreneur berbasis teknologi informasi.        Kedepan, mau tidak mau, kalangan santri pasti menghadapi era digital. Tinggal bagaimana menyikapinya, dengan baik dan benar.


“Ingat, kalau kita tidak mengikuti perkembangan teknologi informasi, maka kita akan tertinggal,” sambung Asisten II Setda Loteng H Nasrun.


Bagi yang mau maju dan sukses, saran Nasrun jangan sampai ada yang gagap teknologi. Namun, harus dibarengi dengan memfilter setiap informasi yang ada. Karena, di era digital ini, tidak semua benar, ada saja yang berita bohong. “Seperti itu,” cetusnya.(dss/r2)

Editor : Administrator
#Praya