PRAYA-Pembangunan Rumah Sakit (RS) Internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kecamatan Pujut Lombok Tengah, menghabiskan anggaran sebesar Rp 112 miliar. Dana sebesar itu, disiapkan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Proposal sudah kami layangkan. Termasuk, presentasi dihadapan pejabat Kemenkes di Jakarta, beberapa hari lalu,” beber Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng H Omdah, kemarin (19/3).
Hasilnya, ungkap Omdah ada lampu hijau. Selanjutnya, Pemkab akan berkoordinasi dengan ITDC, apakah lokasi pembangunan RS internasional tersebut di dalam KEK, atau di luar KEK. Luas lahan yang dibutuhkan, mencapai 5 hektare (ha).
Kalau misalnya di luar KEK, kata Omdah maka mau tidak mau, Pemkab akan menyiapkan kebijakan pembebasan lahan. Secara geografis, lokasi yang cocok di areal Songgong Desa Mertak. “Ini yang akan saya laporkan ke bapak bupati,” ujarnya, sembari berjalan menuju ruang kerja Bupati HM Suhaili FT.
Ia menerangkan, keberadaan RS internasional tersebut, mendukung dan mensukseskan sirkuit MotoGP tahun 2021 mendatang. Itu artinya, tahun 2020 RS sudah berdiri dan beroperasi. “Anggaran Rp 112 miliar itu, termasuk di dalamnya alat kesehatan, obat-obatan dan fasilitas lainnya,” bebernya lagi.
Bersamaan dengan itu, tambahnya Pemkab juga sedang menyiapkan perencanaan rehab total Puskesmas Kuta. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 7,2 miliar. Prosesnya, disesuaikan dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014. “Fasilitas yang satu ini juga, untuk menghadapi MotoGP. Mohon dukungannya,” seru Omdah.(dss/r2)
Editor : Administrator