Itu terjadi sejak Januari hingga sekarang. Biasanya per hari rata-rata 10.000 orang penumpang. Baik kedatangan maupun keberangkatan. Sekarang rata-rata 7.500 orang per hari. Hal itu juga, berpengaruh pada lalu lintas penerbangan. Biasanya 100 kali penerbangan per hari, sekarang 75 kali penerbangan per hari.
Penyebabnya, karena musim sepi liburan atau low season. Hanya saja, diperparah lagi dengan wabah virus korona. Untuk itulah, pihaknya meminta semua pihak bersama-sama menyakinkan wisatawan, bahwa NTB aman dari virus korona dan aman dari gempa.
“Dulu, saat gempa dan pascagempa penerbangan pernah turun sampai 45 kali per hari,” ujarnya. Pelan tapi pasti, kata dia pariwisata NTB bangkit. Hasilnya, penerbangan kembali normal. Sayangnya, tiba-tiba turun lagi.
Persoalan tersebut, tidak saja menimpa NTB. Tapi, seluruh provinsi di Indonesia, bahkan dunia. Kendati demikian, NTB memiliki kabar baik. Satu tahun lagi, akan menjadi tuan rumah perhelatan MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sehingga dari sekarang, otoritas bandara mempersiapkan diri.
Dia menekankan, bentuknya dengan meningkatkan pelayanan, meningkatkan keamanan penerbangan dan menambah sarana, dan prasarana pendukung. “Salah satunya, perpanjangan landasan pacu bandara,” cetus Communication and Legal Manager PT AP I LIA Arif Haryanto, terpisah.
Saat ini, panjangnya mencapai 2.750 meter. Ditambah sepanjang 550 meter, sehingga menjadi 3.300 meter. Pembangunannya direncanakan pertengahan tahun ini. “Target rampung awal tahun depan,” pungkasnya.(dss/r2) Editor : Baiq Farida