Sembilan kecamatan yang dimaksud yakni Pujut, Praya Barat, Praya Barat Daya, Praya Timur, Jonggat, Praya, Praya Tengah, Janapria, dan Kopang. “Sedangkan tiga kecamatan lain aman,” tandasnya.
Kata dia, sebenarnya Juli ini sudah masuk musim kekeringan. Namun, sampai sekarang tidak ada laporan dari warga atau pemerintah desa yang terdampak.
Kendati demikian, BPBD sudah mempersiapkan diri. Seperti biasa, BPBD bekerja sama dengan dinas terkait akan menyalurkan bantuan air bersih.
Tahun lalu, mereka menyalurkan air bersih mencapai 1 juta liter. Per tangki berisikan 4-5 ribu liter. “Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi juga,” papar Murdi.
Harapannya, mereka ikut turun tangan membantu. Termasuk dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak ketiga. Baik menyangkut stok air bersih maupun kendaraan. “Imbauan kami, mohon masyarakat jangan boros menggunakan air bersih. Gunakan lah seperlunya saja,” serunya.
Anggota Komisi II DPRD Loteng Lalu Nursai mengatakan, kekeringan di tempatnya setiap tahunnya pasti terjadi. “Bahkan wajib,” keluh.
Mantan Kepala Dusun Jabon Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat tersebut mengatakan, satu-satunya solusi memutuskan mata rantai kekeringan adalah, membangun sumur bor dalam, bukan sumur bor dangkal. Kemudian mengembalikan fungsi hutan. “Ini sudah sering kami sampaikan,” ujarnya.(dss/r5) Editor : Administrator