Keyakinan Gubernur Zul tersebut disampaikan manakala dirinya melihat langsung komitmen penuh personel TNI, Polri, Satpol PP, tenaga kesehatan, camat, lurah atau kepala desa dalam apel tiga pilar di Lapangan Gajah Mada Polda NTB, Rabu (21/8).
“Melawan Covid-19 bukan persoalan ketahanan fisik. Bukan persoalan kekuatan. Melainkan ini persoalan kedisiplinan dan kesabaran,” kata Gubernur mengingatkan.
Gubernur memimpin langsung apel tiga pilar tersebut bersama Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal dan Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.
Sebelum apel dimulai, Gubernur bersama Forkopimda memeriksa peserta apel dan berkomunikasi dengan mereka. Gubernur mempertanyakan langsung kesiapan dan komitmen mereka yang berada di garis depan untuk memenangkan perang melawan Covid-19.
Bagi Gubernur, komitmen yang kuat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan tidak cukup hanya di aparatur pemerintah saja. Melainkan butuh komitmen semua lapisan masyarakat NTB untuk rajin mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.
Sebab, Covid-19 kata Gubernur tak mengenal jenis pendidikan, kedudukan, dan usia. ”Semua orang bisa terpapar,” tandasnya.
Saat ini kata dia, muncul klaster di lingkungan perkantoran. Karena, pekerja kantoran tidak displin mematuhi protokol kesehatan. ”Berbicara dan berkomunikasi dengan rekan lainnya tanpa menggunakan masker,” jelasnya.
Pada saat yang sama, Gubernur Zul juga mengapresiasi kepada semua pihak yang sudah terlibat membantu penanggulangan Covid-19. Dari TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga medis, dan pihak-pihak lainnya. ”Mereka tidak jemu-jemu membantu pemerintah untuk memberikan kabar tentang bahaya Covid-19,” ucapnya.
Tak hanya itu, Gubernur juga mengapresiasi Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah selaku Ketua Penanganan Covid-19 yang telah berjuang memutus mata rantai Covid-19. Begitu juga dengan para kepala daerah, camat, lurah, kepala desa, hingga kepala lingkungan yang sudah turut membantu pemerintah melawan Covid-19 ini.
”Tadi saya dengar, semua peserta apel sudah bertekad membawa lingkungannya atau daerahnya menjadi zona hijau,” kata dia.
Polda NTB dan Korem 162/WB beserta jajarannya sudah bekerja maksimal. Selalu siap siaga 24 jam. ”Semua itu dilakukan demi menjaga masyarakat NTB agar tidak terpapar Covid-19,” kata orang nomor satu di Bumi Gora ini.
Melawan Kejenuhan
Di tempat yang sama, Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan, memerangi Covid-19 harus dengan kesabaran. Sebab, ini adalah perang dengan kejenuhan. ”Bukan hanya masyarakat yang jenuh saat ini. Kita semua juga dilanda kejenuhan. Kita harus lebih semangat lagi,” kata Iqbal.
Apel tiga pilar ini merupakan representasi dari semua institusi andalan masyarakat. ”Saya selaku Kapolda NTB mengajak seluruh peserta apel dan masyarakat untuk tertib dan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” imbaunya.
Jenderal bintang dua itu mengatakan, Presiden telah mengeluarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020. Intinya Presiden meningkatkan disiplin, penegakan hukum tentang penerapan protokol kesehatan.
”Seluruh masyarakat diajak mematuhi protokol agar tidak tertular Covid-19,” katanya.
Menurutnya, NTB telah berhasil menekan penyebaran Covid-19. Banyak zona merah telah berubah menjadi zona hijau. ”Perlahan namun pasti, kita bertekad membawa NTB menuju zona hijau,” kata Kapolda penuh semangat.
Keberhasilan penekanan penyebaran Covid-19 tersebut menandakan perjuangan semua pihak tidaklah sia-sia. Sudah ada indikator semua yang terlibat dalam penanganan Covid-19 dinyatakan menang.
”Tetapi, kita jangan lengah. Jangan bosan. Kita harus terus bersatu kuat,” ujarnya.
Dia memerintahkan semua jajaran Polda NTB untuk terus mensyiarkan melawan Covid-19. Sebanyak 95 persen kegiatan di Polda NTB dan jajaran adalah mengarah pada pencegahan Covid-19.
”Simbol-simbol kepolisian telah dibranding dan dituliskan cegah Covid-19,” ungkapnya.
Namun begitu, tugas masih jauh dari usai. Yang menjadi fokus ke depan terus mendorong partisipasi masyarakat untuk memerangi Covid-19. Agar tidak tertular dan masyarakat lebih sehat dan kuat.
”Saya kira TNI-Polri tidak bisa sukses jikalau pemerintah dan mesin-mesinnya tidak mendukung kami,” ujarnya.
“InsyaAllah, semua yang merah, oranye, dan kuning akan menjadi hijau,” katanya yakin.
Sementara itu, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, semua orang yang sudah terlibat dalam mencegah penyebaran Covid-19 merupakan pahlawan. ”Kenapa begitu? Mereka telah berjuang menyelamatkan NTB dari penyebaran virus,” kata Rizal.
Dengan perjuangan itu, dampaknya sangat luar biasa. Banyak daerah di tingkat kelurahan maupun kecamatan yang sebelumnya menjadi zona merah kini menjadi zona hijau. ”Semua ini bisa dilakukan karena ada semangat dan kemauan,” ujarnya.
Dia memerintahkan setiap Babinsa untuk membantu pemerintah desa menyukseskan penekanan penyebaran Covid-19. ”Ayo kita bergerak bersama,” ajaknya.(ili) Editor : Administrator