Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bruuukkk... Dump Truck dan Mobil Boks Terpental di Jembatan Pemepek

Administrator • Selasa, 5 Januari 2021 | 09:42 WIB
JADI TONTONAN: Kasus kecelakaan antara mobil truk dengan mobil boks di jembatan Dusun Pemepek Desa Pemepek, Pringgarata Loteng ini jadi tontonan warga dan pengendara lain, Senin (4/1). (dedi/lombok post)
JADI TONTONAN: Kasus kecelakaan antara mobil truk dengan mobil boks di jembatan Dusun Pemepek Desa Pemepek, Pringgarata Loteng ini jadi tontonan warga dan pengendara lain, Senin (4/1). (dedi/lombok post)
PRAYA-Tabrakan hebat terjadi di jembatan Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Senin (4/12). Sebuah dump truk dan mobil boks bertubrukan hingga kedua kendaraan itu terpental.

Kecelakaan itu bermula saat dump truk bernomor polisi DR 8567 SA berusaha menghindari pengendara motor yang gerem secara tiba-tiba. Informasi yang diserap Lombok Post, dump truk pengangkut pasir yang dikemudikan Musleh, warga Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, tersebut datang dari arah timur. Di arah yang sama ada pemotor Honda Vario DR 5744 YG. Begitu tiba di tempat kejadian perkara (TKP), pengemudi truk cepat-cepat membanting setir ke arah kanan.

Sementara dari arah yang berlawanan, muncul mobil boks yang keluar dari pertigaan jembatan Pemepek. Mobil DR 8148 AG yang dikemudikan Ahmad Mirafudin, warga Lembar, Lombok Barat, itu terseret hingga pembatas jembatan. Sedangkan mobil truk hampir masuk jurang. Rem mobil tidak mampu menahan beratnya beban dan kondisi jalan yang menurun.

“Tidak ada korban jiwa dari musibah itu,” kata Kasatlantas Polres Loteng AKP Donny Wirasetiawan pada Lombok Post.

Satlantas Polres Loteng langsung turun ke lokasi kejadian bersama personel Polsek Pringgarata. Namun, dalam perjalanannya para pengemudi sepakat berdamai. Tidak membawa kasus yang ada ke ranah hukum.

“Kasus lakalantas di jembatan Pemepek itu sudah seringkali terjadi,” beber Donny. Kondisi seperti itulah, membuat Satlantas memasang banyak rambu-rambu lalu lintas. Bahkan spanduk berisikan imbauan waspada kecelakaan.

Sayangnya, masih ada saja pengendara yang tidak mematuhinya. Seharusnya, begitu turunan atau tanjangan laju kendaraan diperhatikan. Jangan melaju dengan kencang, tapi pelan-pelan saja. “Di tempat itu jalur padat, ada pertigaan dan belokan,” ujarnya.

Dari keterangan sejumlah warga, jalur yang satu itu dikenal simbit (ditunggu makhluk halus). Sehingga disarankan pengendara membunyikan klakson, atau membaca ayat-ayat pendek. Dengan harapan, makhluk halus tidak mengganggu.

“Itu menurut warga, kalau menurut kami secara logika itu karena faktor kondisi jalan,” lanjut Donny. Dia menekankan, simbit atau tidaknya, kembali ke masing-masing. Intinya tetap waspada.

“Hari ini (Senin, kemarin) ada dua kasus kecelakaan yang terjadi di tempat dan waktu yang berbeda,” tambah Paur Humas Polres Loteng Aipda Ahmad Taufik, terpisah.

Kasus lakalantas terakhir, terjadi di jembatan Pemepek pukul 12.00 Wita. Itu terekam CCTV. Sebelumnya pukul 11.30 Wita lakalantas terjadi di jalan raya Dusun Serewe Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah. Dia menyerukan, pengendara sebaiknya memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan laju kendaraannya. (dss/r8) Editor : Administrator
#Rawan Kecelakaan #Kasatlantas AKP Donny Wirasetiawan #Lakalantas #Satlantas Polres Lombok Tengah #Jembatan Pemepek #Kecelakaan lalu lintas