Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalan Tanak Awu-Pengembur Rusak, Warga: Kalau Tak Segera Diperbaiki Kami Blokade!

Rury Anjas Andita • Selasa, 26 Januari 2021 | 10:15 WIB
TUNTUT PERBAIKAN JALAN: Masa dari empat desa di Kecamatan Pujut, Loteng saat menuntut perbaikan jalan di kantor bupati, Senin (25/1). (Foto: Dedi/Lombok Post)
TUNTUT PERBAIKAN JALAN: Masa dari empat desa di Kecamatan Pujut, Loteng saat menuntut perbaikan jalan di kantor bupati, Senin (25/1). (Foto: Dedi/Lombok Post)
PRAYA-Puluhan pemuda dari Desa Pengembur, Desa Tanak Awu, Desa Tumpak, dan Desa Persiapan Keramat Jati, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah mendatangi kantor bupati, Senin (25/1). Mereka menuntut Dinas PUPR Loteng segera memperbaiki ruas jalan Tanak Awu Pengembur yang sudah lama rusak.

“Jika tidak, maka kami akan blokade jalan tersebut,” ancam koordinator umum (kordum) aksi Muhammad Sadli di pintu masuk kantor bupati.

Selain itu, mereka juga mengancam akan membawa masa yang lebih besar lagi. Kemudian akan menduduki kantor Dinas PUPR Loteng dan gedung dewan. Sejak 2017, akses jalan menuju Pantai Mawun, Pantai Mawi atau Pantai Selong Belanak itu rusak total.

Kata dia, jika musim hujan terdapat kubangan. Jalan pun semakin licin, sehingga diperlukan kehati-hatian bagi pengendara. Sebaliknya, jika musim kemarau kondisi jalan berdebu dan berbatu.

“Sudah tidak terhitung berapa kali kami melakukan aksi. Tapi tidak ada kepastian,” sesal Sadli.

Aksi ini dijaga ketat personel Polres dan Satpol PP Loteng. Saling dorong sempat terjadi karena beberapa orang nekat menerobos pagar betis. Untungnya, kordum dengan cepat memberikan komando, guna mendinginkan suasana.

Kepala Dinas PUPR Loteng Lalu Firman Wijaya, Kabid Cipta Karya Supriadin dan Kabid Pengairan Abdul Kadir menemui masa aksi.

Masa Aksi lainnya Jayanti Umar menekankan, permintaan perbaikan akses jalan yang satu itu disampaikannya sejak dirinya masih duduk sebagai anggota DPRD Loteng. Sayangnya, pemerintah terkesan tidak peduli.

“Ingat jalan di desa kami itu jalan strategis. Jika kami tutup, maka tidak bisa dilalui wisatawan dan tidak bisa ke bandara,” ancam Jayanti.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Loteng Lalu Firman Wijaya menjelaskan, peningkatan ruas jalan Tanak Awu-Pengembur sepanjang 3,2 kilometer (km) tersebut sebenarnya dilaksanakan tahun lalu. Hanya saja, tidak bisa direalisasikan karena tiba-tiba terjadi musibah non alam covid-19.

Kondisi seperti itu, membuat anggaran pembangunan, peningkatan dan perbaikan jalan dari pemerintah pusat dipangkas. Terlebih anggaran itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). “Sehingga kami tidak bisa berbuat banyak,” tandas Firman.

Kendati demikian, pihaknya berjanji akan memperhatikan akses jalan itu. Namun, bukan berstatus peningkatan jalan. Melainkan perbaikan saja.

Kata dia, mana yang berlubang dan rusak, itu yang akan diperbaiki. Sementara yang masih mantap dibiarkan. “Ditunggu saja, kami segera tindaklanjuti. Mohon kesabarannya,” ujar Firman. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Lombok Tengah #Desa Pengembur #Unjuk Rasa #Demo #jalan rusak