Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Remaja yang Hilang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal

Administrator • Sabtu, 6 Maret 2021 | 13:00 WIB
DITEMUKAN MENINGGAL: Personel Polsek Praya Barat, BPBD Loteng, dan Basarnas NTB menurunkan jenazah Peby di kediaman orang tuanya di Dusun Karang Daye, Desa Kawo, Sabtu (6/3/2021). (Dedi/Lombok Post)
DITEMUKAN MENINGGAL: Personel Polsek Praya Barat, BPBD Loteng, dan Basarnas NTB menurunkan jenazah Peby di kediaman orang tuanya di Dusun Karang Daye, Desa Kawo, Sabtu (6/3/2021). (Dedi/Lombok Post)
PRAYA-Peby, satu dari tiga remaja putri yang hilang terseret arus sungai di Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, ditemukan Sabtu pagi (6/3/2021). Remaja asal Dusun Karang Daye, Desa Kawo, Kecamatan Pujut, itu ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

"Diperkirakan korban meninggal sejak kemarin (Jumat, 5/3/2021)," kata Kapolsek Praya Barat AKP Hery Indrayanto pada Lombok Post.

Diketahui, tiga remaja putri terseret arus sungai di Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Mereka yang sedang belajar berenang, tidak mampu menahan derasnya air sungai, Jumat sore (5/3/2021).

Ketiga remaja putri tersebut adalah Khairun Nisa dan Alin Nurmayanti, warga Kampung Pengendong Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya. Seorang lagi bernama Peby, warga Dusun Karang Daye, Desa Kawo, Kecamatan Pujut, sampai Jumat malam tidak ditemukan.

Tim gabungan Polsek Praya Barat, BPBD Lombok Tengah, dan Basarnas NTB melanjutkan pencarian sejak pukul 06.30 Wita Sabtu pagi. Dibantu warga, mereka menyisir sepanjang aliran sungai yang mengarah ke Bendungan Pengga, Kecamatan Praya Barat Daya, tersebut. Ada yang berjalan kaki hingga menyusuri sungai menggunakan perahu karet.

Jenazah Peby ditemukan sekitar pukul 09.00 Wita di Sungai Lesung Dusun Dompu, Desa Setenggor. Lokasinya cukup jauh dari titik awal dia dinyatakan hilang.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Tengah.

"Mohon ini menjadi pelajaran buat kita semua sebagai orang tua di mana pun berada di Loteng," seru Hery.

Dia berpesan, sebaiknya orang tua mengawasi aktivitas anaknya masing-masing. Apalagi kondisi cuaca akhir-akhir ini tidak menentu. Sebaiknya menghindari aliran sungai, drainase dan pantai. "Kami dari jajaran Polsek Praya Barat menyampaikan turut berduka cita atas musibah ini," pungkasnya. (dss/r1) Editor : Administrator
#Lombok Tengah #Terseret Arus #Polsek Praya Barat #AKP Hery Indrayanto