“Kami menyambut baik event seperti ini,” sanjung Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB H Yusron Hadi di Novotel Resort Lombok, Sabtu malam (29/5).
Dijelaskan, event tahunan semacam itu, tidak saja menggerakkan program sosial masyarakat. Tapi ikut membantu pemerintah menggerakkan pariwisata. Apalagi, dalam pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan berlapis.
“Ini kegiatan bersama, tujuannya sama,” tambah Ketua Yayasan Lomboplasticfree M Tantowi Jauhari di tempat yang sama. Yakni, menggerakkan bidang sosial masyarakat, pendidikan, kemanusiaan, disabilitas hingga lingkungan.
Kata dia, dana yang terkumpul dibagi rata ke seluruh yayasan. Kemudian digunakan untuk kepentingan sosial. Misalnya, membantu warga miskin mendapatkan beasiswa pendidikan, atau membantu anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak.
Bantuan dana diperoleh dari para wisatawan, NGO sejumlah negara di dunia dan pihak ketiga. Mereka yang ikut dalam event pariwisata.
Dia berharap, Covid-19 segera berakhir. Dengan begitu, event pariwisata kembali digelar secara besar-besaran dan meriah. “Mari bersama membantu sesama,” serunya.
Lebih lanjut, pihaknya menambahkan kalau berbicara keindahan destinasi wisata pantai, Gumi Tatas Tuhu Trasna tidak ada duanya dengan daerah lain di NTB, bahkan di Indonesia dan dunia. Sehingga menjadi daya tarik dan daya pikat wisatawan berdatangan. Ditambah lagi dengan keberadaan KEK Mandalika dan sirkuit Mandalika.
“Yang terpenting, mari kita bersama-sama menjaga kekayaan alam ini dengan baik dan benar,” pesan Anton.
Caranya, jangan membuang sampah sembarangan. Pantai harus bersih, indah, nyaman dan aman. Kemudian memperhatikan prokes. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita