Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Satlinmas Loteng Dilatih Cara Penanganan Bencana

Rury Anjas Andita • Selasa, 29 Juni 2021 | 16:00 WIB
MENERIMA PENJELASAN: Para personel Satlinmas Loteng saat mendapatkan pendidikan dan pelatihan kesiapsiagaan bencana di Bencingah Alun-alun Tastura Praya, Senin (28/6). (Dedi/Lombok Post)
MENERIMA PENJELASAN: Para personel Satlinmas Loteng saat mendapatkan pendidikan dan pelatihan kesiapsiagaan bencana di Bencingah Alun-alun Tastura Praya, Senin (28/6). (Dedi/Lombok Post)
PRAYA-Satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas) Lombok Tengah mulai dibekali kemampuan kesiapsiagaan bencana. “Itu dalam bentuk pendidikan dan pelatihan,” kata Kasatpol PP Loteng HL Aknal Afandi pada Lombok Post, di Bencingan Alun-alun Tastura Praya, Senin (28/6).

Dijelaskan, peserta merupakan perwakilan linmas dari desa/kelurahan dan anggota satpol pp. Tahap awal, diikuti 50 orang. Secara bergiliran akan manyasar seluruh linmas di 139 desa/kelurahan di 12 kecamatan di seluruh Loteng. “Ada lima tugas pokok linmas,” tandas Aknal.

Yakni, membantu penanganan kebencanaan. Baik banjir, tsunami, longsor, gempa bumi, angin puting beliung hingga kebakaran. Kemudian ikut serta dalam pengamanan pilkada dan pemilu. Mereka memiliki ruang yang bebas, dalam menjaga dan mengawasi tempat pemungutan suara (TPS). Dari luar maupun dalam, atau bebas keluar masuk. Beda dengan aparat pada umumnya.

“Ketiga menyangkut kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar calon Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng tersebut.

Artinya, mereka secara aktif bersama warga bergotong royong atau bakti sosial. Fisik maupun non fisik. Berikutnya, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dari tingkat RT/RW, dusun/lingkungan hingga dessa/kelurahan. “Bentuknya berupa ronda malam, atau patroli gabungan,” bebernya.

Kata Aknal, yang kelima mereka ikut serta menjaga keamanan dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Karena mereka tidak punya senjata seperti TNI/Polri, maka tugasnya menyesuaikan,” kata mantan Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Loteng tersebut.

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan khusus menyangkut kesiapsiagaan bencana, mereka dipastikan memahami tugas-tugas apa yang diperlukan saat terjadinya bencana atau non bencana alam seperti Covid-19 ini. Salah satunya, menjadi garda terdepan mengajak, mengimbau dan mengingatkan warga agar tetap waspada.

“Kita punya pemetaan potensi bencana alam. Mohon kerja samanya,” pesan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng H Ridwan Makruf, di tempat yang sama.

Dikatakan, pemetaan itu menjadi gambaran penanggulangan bencana sedini mungkin. Sehingga mampu meminimalisir dan menekan terjadinya korban jiwa, bila perlu harta benda. “Linmas harus tahu deteksi dini dan antipasi dini,” ujarnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Satlinmas Loteng #pelatihan #Tanggap Bencana #BPBD Loteng