“Mau tidak mau harus kita memaklumi. Karena ini dampak dari pandemi Covid-19,” kata Bupati Loteng HL Pathul Bahri, kemarin (13/8).
Hal itu disampaikan bupati setelah beberapa hari lalu bertemu dengan jajarap PT AP I BIZAM. Dijelaskan, kondisi yang sama terjadi di sektor pariwisata. Bisa dikatakan tahun ini pendapatan asli daerah (PAD) dari pariwisata anjlok atau lebih parah dibandingkan tahun lalu. Kendati demikian, pemkab memiliki harapan besar pada pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Baik PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), maupun Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Selain itu, pemkab juga berencana akan mengajukan pinjaman dana ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk menutupi program pembangunan infrastruktur jalan.
“Karena tahun ini, kita dapat pemangkasan dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 120 miliar,” keluh Pathul.
Kondisi seperti itu, membuat pemkab harus memutar otak. Karena kebijakan yang sama dilakukan kabupaten/kota lain di NTB. “Seperti Kota Mataram dan Lombok Timur akan meminjam dana di SMI juga,” ujarnya.
Dia optimis, SMI menyetujui pengajuan pinjaman dari Pemkab Loteng. Karena sudah dua kali pemkab diberikan kepercayaan. Yakni, untuk anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan Pasar Jelojok Kopang.
“Dari informasi yang saya terima tersedia dana di SMI itu sebesar Rp 15 triliun,” kata Pathul.
Menurutnya, anggaran sebesar itu akan diputar ke beberapa kabupaten/kota di Indonesia yang memenuhi syarat pinjaman. Bunganya sebesar enam persen. Pemkab berharap ada penurunan bunga tahun ini.
Sementara itu, Stakeholder Relations Manager PT AP I BIZAM Arif Haryanto mengatakan, tahun ini dipastikan PT AP I BIZAM mengalami kerugian lebih besar, daripada tahun lalu. Karena, jumlah penerbangan terbatas. Di satu sisi, setiap bulan otoritas bandata mengeluarkan biaya.
Baik biaya operasional bandara, biaya listrik, air dan masih banyak lagi. “Tahun lalu kerugian kita sebesar Rp 66 miliar. Tahun ini kami perkirakan lebih besar lagi,” keluh Arif. (dss/r5) Editor : Administrator