“Kami tidak mau tahu, pokoknya jajaran direksi PDAM harus menyelesaikan persoalan ini,” tegas Bupati Loteng HL Pathul Bahri, kemarin (8/9).
Dikatakan, jika sumber mata air di wilayah utara Gumi Tatas Tuhu Trasna berkurang atau habis, maka harus dicarikan sumber mata air baru. Termasuk masalah pengelolaan air bersih di Bendungan Batujai.
“Karena masalah ini selalu dikeluhkan. Di sisi lain, PDAM terkesan tertutup,” sindir Pathul.
Untuk itulah, pihaknya meminta PDAM lebih terbuka dalam pengelolaan air bersih. Jika ada aliran air ke pelanggan digilir atau dimatikan maka disampaikan ke publik. “Kalau kita menerapkan asas keterbukaan, maka saya yakin publik memahami dan memakluminya,” papar Ketua DPC Partai Gerindra Loteng tersebut.
Dia menekankan, intinya seluruh masalah di PDAM Praya tahun ini juga harus selesai. Baik fisik maupun non fisik. Kalau PDAM semakin baik, maka perlu dipikirkan untuk menambah sumber pendapatan dengan membuat air minum kemasan. “Artinya, stok air bersih harus melimpah. Tidak boleh kekurangan,” tegasnya.
Direktur Teknis PDAM Praya Sukemi Adiantara mengatakan, permasalahan ini menjadi pekerjaan rumah PDAM. Apa yang diperintah bupati, siap jalankan.
Dijelaskannya, sumber mata air yang dikelola PDAM saat ini ada empat titik. Yakni, Aik Bone di Desa Aik Bukaq untuk melayani pelanggan di sebagian Kecamatan Praya, Kecamatan Pringgarata dan Kecamatan Batukliang.
Kemudian Sesere di Desa Tanak Beak, melayani pelanggan di Kecamatan Janapria dan Kecamatan Praya Timur. Berikut sebagian Kecamatan Kopang dan sebagian Kecamatan Batukliang.
Selanjutnya, Tibu Nangklok I dan Tibu Nangklok II di Desa Aik Berik. Melayani pelanggan di sebagian Kecamatan Kopang, sebagian Batukliang, sebagian Praya, Batukliang Utara, Pringgarata, Praya Tengah, Pujut dan Kecamatan Praya Timur. “Kami memastikan akan mencari sumber mata air baru,” ujar Sukemi. (dss/r5) Editor : Administrator