"Bau nyale tahun ini sama seperti tahun lalu. Masih di masa pandemi Covid-19," kata Wakil Bupati Loteng HM Nursiah, usai mengikuti sangkep warige, Sabtu (8/1).
Untuk itu, pelaksanaannya tetap mengacu pada penerapan protokol kesehatan secara ketat. Dengan harapan, bau nyale berjalan lancar, aman dan terkendali.
"Puncak bau nyale yang kita tetapkan ini mengacu ada tanda-tanda alam," sambung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng H Lendek Jayadi di tempat yang sama.
Kemudian, disesuaikan dengan penanggalan Sasak. Hasilnya, puncak nyale akan terjadi pada 20-21 Februari mendatang. Warga Gumi Tatas Tuhu Trasna dipersilakan memeriahkan.
Dengan catatan, tetap memperhatikan prokes. "Untuk event-event kita akan koordinasikan dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat," ujarnya.
Hasilnya, akan dilaporkan ke bupati dan wakil bupati. Dia menambahkan, yang pasti bau nyale kali ini bisa dijadikan salah satu rangkaian MotoGP di sirkuit Mandalika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita