----
Berada di jalan S. Parman Praya, tepatnya di eks kantor camat Praya, atau depan SMPN 1 Praya Lombok Tengah, Heart Break ini menjadi buah bibir masyarakat. Bahkan ramai dibicarakan di media sosial.
Yang berkunjung, tidak saja dari warga Gumi Tatas Tuhu Trasna. Melainkan, kabupaten/kota tetangga di Pulau Lombok. Bisa dikatakan setiap malam ramai. Apalagi saat live musik disetiap malam Kamis, malam Sabtu dan malam Minggu. Selebihnya iringan musik biasa.
Rata-rata yang datang para kaula muda dan mudi. Ada pula keluarga dan kerabat terdekat lainnya. “Dari namanya saja Heart Break, atau patah hati. Maka kami pastikan begitu berkunjung ke tempat kami ini terhibur,” ujar Rindawanto Evendi, pemilik angkringan Heart Break pada Lombok Post.
Pasti merasa senyum, senang dan gembira. Karena selain live music dan iringan musik yang disajikan di Heart Break juga tersedia menu-menu khas. Ditambah lagi, suasana yang nyaman dan aman. Dan masih banyak lagi kelebihan-kelebihan yang lain, yang tidak dimiliki angkringan pada umumnya.
“Yang itu bisa melupakan mantan,” tandas Rindot -panggilan akrabnya-sembari tersenyum.
Untuk membuktikannya, dipersilakan warga datang langsung ke Heart Break. Buka setiap hari, tidak ada hari libur. Saat pemerintah menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akibat pandemi Covid-19, Heart Break buka dari pukul 12.00-22.00 Wita. Kecuali malam minggu sampai pukul 23.00 Wita.
Begitu pandemi mulai berkurang, Heart Break melakukan penyesuaikan. Namun, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan berlapis. Dari tempat mencuci tangan, jarak duduk hingga imbauan masker.
Untuk menu-menunya sendiri terbilang terjangkau. Dan dijamin sehat. Apalagi yang menyuguhkan dan menyajikannya para chef handal dan mumpuni. Salah satunya, dari alumni Poltekpar Lombok. “Jumlah karyawan yang saya pekerjakan ada 10 orang,” paparnya.
Bagi Rindot, di tengah kondisi pandemi seperti itu, peluang pekerjaan sangat sulit. Untuk itulah, Heart Break hadir di tengah-tengah masyarakat. Dipastikan akan menyasar tempat lain, tidak saja Kota Praya. Tapi dibeberapa tempat di Loteng. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita