“Ini berdasarkan hasil rapat koordinasi kami dengan pemkab, kodim dan satgas Covid-19,” kata Kapolres Loteng AKBP Hery Indra Cahyono, Jumat (11/2).
Alasannya, untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19. Sehingga dilakukan cegah dini dan antisipasi dini.
Sementara agenda kegiatan lainnya tetap jalan, tidak ada yang berubah. Seperti pemilihan Putri Mandalika, lomba bepaosan, peresean, pagelaran wayang kulit dan betanda.
Lokasinya di sejumlah pantai diwilayah selatan Gumi Tatas Tuhu Trasna. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, pihaknya akan menerjunkan 500 personel kepolisian. Itu belum dihitung dari anggota Kodim 1620/Loteng, Satpol PP Loteng dan Dinas Perhubungan (Dishub) Loteng.
“Itu kita sebar diseluruh titik rangkaian kegiatan Pesona Bau Nyale,” ujar Hery.
Dikatakannya, untuk konsentrasi keamanan akan dikerahkan saat puncak Bau Nyale 20-21 Februari mendatang. Aparat keamanan memastikan Bau Nyale berjalan lancar, aman, dan tertib.
Jika ada yang berani mengganggu, maka pihaknya memastikan akan berhadapan dengan hukum. “Dalam pelaksanaan Pesona Bau Nyale juga kita pastikan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tambah Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng Lalu Muhammad Taufik Gunawardana, terpisah.
Dari jauh-jauh hari, disbudpar mengingatkan setiap pengunjung untuk tetap dan selalu memakai masker. Kemudian menjaga jarak berdiri dan duduk. Itu saat menyaksikan rangkaian Pesona Bau Nyale yang digelar dari Pantai Torok Aik Belak Desa Montong Ajang hingga Pantai Tanjung Aan. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita