“Tahun-tahun sebelumnya digelar di Alun-alun Tastura, Praya,” kata Kepala Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng HM Suhartono pada Lombok Post, Minggu (17/4).
Mantan Camat Batukliang tersebut menyerukan, bagi yang ingin memburu kuliner-kuliner khas Gumi Tatas Tuhu Trasna dipersilakan datang ke bazar Ramadan. Dibuka dari siang hari hingga jelang berbuka puasa.
“Kalau urusan harga dipastikan terjangkau. Apalagi urusan rasa. Bazar Ramadan dimulai dari 14-28 April mendatang,” tandasnya.
Senada dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Loteng Muhammad Ikhsan. Bazar Ramadan melibatkan asosiasi UMKM Loteng. Mereka yang menunjuk siapa saja pedagang yang layak menempati lapak-lapak yang sudah disiapkan pemkab. Itu gratis, tidak dipungut biaya sedikit pun.
“Tujuan dari kegiatan kita ini adalah, menggerakkan pelaku UMKM agar semangat berusaha,” papar pria berkumis tebal tersebut.
Sementara itu, Bupati Loteng HL Pathul Bahri merasa kecewa dengan Dinas Perindag dan Dinas Koperasi, dan UMKM Loteng. Karena, pada hari pertama pembukaan, Kamis (14/4) lalu sepi. Baik pedagang maupun pengunjung. Khusus pedagang yang diharapkan hadir 42 pedagang, justru hanya hitungan jari saja.
Untuk itu, pihaknya meminta kedua dinas berkoordinasi, bersinergi dan bekerja sama. Jangan jalan sendiri-sendiri. “Ini menjadi bahan evaluasi untuk hari-hari berikutnya,” pesan Pathul.
Lebih lanjut, pihaknya juga menyentil ritel modern. Seharusnya di bazar Ramadan ikut serta meramaikan. Tanpa diminta pun harus ikut. Apalagi, pemerintah selama ini memberikan kemudahan perizinan. Begitu pula, dari perbankan. “Ingat kita sama-sama cari makan di Loteng,” sindirnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita