Tepatnya di Dusun Ketiri Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata. Kondisi jembatan di tempat itu sudah terputus sejak Jumat (13/5) lalu. Warga pun harus melewati jalur lain yang jauh dan memutar. Kendati demikian, beberapa minggu lalu pemkab sudah menurunkan alat berat.
Tujuannya, untuk memperbaiki sementara jembatan yang ada. Dengan harapan, bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Kalau kendaraan roda empat tidak bisa.
“Untuk jembatan di wilayah selatan Loteng direncanakan tahun depan,” paparnya.
Tepatnya, di Dusun Pemoles, Desa Batujangkih, Kecamatan Praya Barat Daya. Dikatakan, di tempat itu pemkab sudah berkali-kali memperbaikinya. Namun, tetap saja rusak.
Untuk itu, Komisi II meminta Dinas PUPR Loteng membuat desain atau masterplan yang lebih matang dan lebih berkualitas. “Jangan asal-asalan,” tegasnya.
Dengan harapan, bertahan lama. Tidak seperti sekarang ini. “Sepintas pernah saya lihat, posisi jembatan sangat rendah dengan sungai,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Loteng tersebut.
Jembatan itu, kata Muhalip, pernah dikunjungi langsung Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Saat ini, pemkab tengah menurunkan alat berat, guna memperbaiki sementara jembatan yang ada sembari menunggu perbaikan secara total.
Sementara itu, Wakil Bupati Loteng HM Nursiah mengatakan saat jembatan Ketiri di Desa Pemepek terputus, pihaknya langsung turun meninjau. Kemudian memerintahkan Dinas PUPR Loteng bergerak cepat. Karena jangan sampai warga terisolir.
“Dua hari setelah jembatan ambruk, sudah bisa dilewati warga hingga sekarang,” ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Loteng tersebut. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita