Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Strategi Kepala SMAN 1 Praya Barat Menarik Minat Warga untuk Bersekolah

Rury Anjas Andita • Kamis, 16 Juni 2022 | 17:00 WIB
DIPENUHI SAMPAH: Tampak hulu sungai yang menjadi muara pertemuan antara air tawar dan laut terlihat dipenuhi sampah di Labuhan Haji, belum lama ini.
DIPENUHI SAMPAH: Tampak hulu sungai yang menjadi muara pertemuan antara air tawar dan laut terlihat dipenuhi sampah di Labuhan Haji, belum lama ini.
APA yang dilakukan Kepala SMAN 1 Praya Barat Hairil Anwar ini patut diacungi jempol. Usahanya untuk menjadikan sekolahnya sebagai magnet berhasil. Banyak orang tua menyekolahkan anak-anaknya di tempat itu.

----

Berada di bypass Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok Tengah. Tepatnya di Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, SMAN 1 Praya Barat tetap dan terus bersaing dengan sekolah-sekolah pada umumnya.

Setiap tahun, SMAN 1 Praya Barat tidak pernah kekurangan siswa. Itu karena, sebagian besar para orang tua mempercayakan anak-anaknya bersekolah di tempat itu. Minat siswa dan orang tua itu sendiri tidak datang dengan mudah. Namun, butuh ikhtiar, kerja keras dan kerja sama.

“Caranya, kami turun dari rumah ke rumah,” ujar Hairil -panggilan akrabnya- pada Lombok Post.

Bisa dikatakan, mantan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Loteng tersebut jarang ada di sekolah. Ia tidak mau bekerja dibelakang meja semata.

Di rumah ke rumah warga itu sendiri, ia memperkenalkan kualitas pendidikan di sekolahnya. Dari prestasi anak didik hingga prestasi guru. Baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional. Kemudian kelengkapan sarana dan prasarana.

Sesekali, Hairil mengundang warga dan para tokoh ke sekolah. Harapannya, mereka ikut membantu membangun sekolah, sehingga menghasilkan anak-anak didik yang semakin berkualitas. Siap menembus sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, bahkan dunia.

Kemudian siap melahirkan anak-anak didik yang terampil dan menguasai ilmu pengetahuan, dan olahraga. “Saya juga tetap menyempatkan waktu berkumpul dengan teman-teman guru,” ujarnya lagi.

Sekaligus tetap bertemu dan berdiskusi dengan anak-anak didiknya. Bagi Hairil, keberhasilan membangun lembaga pendidikan. Diawali dari kerja sama dan sinergitas internal. Jika internal kompak, maka tidak ada pekerjaan yang sulit dikerjakan.

“Ibarat Pantai Tanjung Bias di Senggigi Lombok Barat. Di tempat itu selalu ramai,” papar Hairil.

Pertanyaannya sekarang, kata Hairil kenapa ramai. Jawabannya, karena ada magnet yang mampu mengundang wisatawan berdatangan.

Maka, seperti itulah SMAN 1 Praya Barat. Kini, para orang tua di desa-desa di Kecamatan Praya Barat. Bahkan, Kecamatan Praya Barat Daya berlomba-lomba menyekolahkan anak-anak nya di SMAN 1 Praya Barat. Ada dari Desa Selong Belanak hingga Desa Darek dan Desa Batujangkih.

“Setiap upacara bendera atau imtak juga, saya sengaja memperkeras suara pengeras suara,” tambah Hairil.

Harapannya, pengarahan yang disampaikan ke anak didik dan guru di dengar warga lingkar sekolah. Sehingga, bagi Hairil tidak ada aturan dan kebijakan sekolah yang ditutup-tutupi. Dimulai dari penerimaan siswa baru, pola pendidikan, tata kelola administrasi sekolah, tata kelola anggaran sekolah hingga menyangkut pembangunan sekolah dan masih banyak lagi.

“Sesekali saya juga menyiapkan kuis untuk siswa,” tandasnya sembari tersenyum.

Bagi yang berhasil menjawabnya, ia memberikan hadiah berupa uang yang diambil dari kantongnya sendiri. Lagi-lagi, itu satu dari sekian banyak magnet yang diciptakannya. (*/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Lombok Tengah #SMAN 1 Praya Barat