Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalan-jalan ke Lembah Gardena di Lombok Tengah yang Diserbu Wisatawan

Rury Anjas Andita • Kamis, 30 Juni 2022 | 15:00 WIB
RESMI DIBUKA: Sejumlah wisatawan saat menikmati objek wisata Tandung Andung di Desa Lendang Ara, Kecamatan Kopang, Loteng, Sabtu (15/1). (Dedi/Lombok Post)
RESMI DIBUKA: Sejumlah wisatawan saat menikmati objek wisata Tandung Andung di Desa Lendang Ara, Kecamatan Kopang, Loteng, Sabtu (15/1). (Dedi/Lombok Post)
WISATA alam Lembah Gardena menjadi satu dari 16 destinasi wisata alam di Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Seperti inilah suasananya.

----

Berdiri sejak tahun 2014, wisata alam Lembah Gardena selalu ramai dikunjungi wisatawan. Tidak saja dari Loteng, tapi kabupaten/kota tetangga seperti Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara dan Kota Mataram. Bahkan, dari sejumlah kabupaten/kota di Indonesia hingga wisatawan mancanegara.

Keindahan alam dan fasilitasnya tidak kalah dengan tetangganya wisata alam Pasar Pancingan. Di tempat itu, terdepat kolam renang untuk dewasa dan anak-anak. Kemudian ada pula lokasi swafoto, pusat permainan anak-anak, pusat buah-buahan, pusat kuliner dan kolam pemancingan ikan.

Selain itu, ada juga rumah panggung dari kayu dan bedek beratapkan ilalang. Itu ada tiga, pengelola menyebutnya sebagai bale alang, bale beleq dan bale sangkep. Perbedaannya dari sisi ukuran dan bentuk. Kemudian tersedia pula 15 berugak, kamar mandi, musala dan area parkir. Luasnya mencapai 1 hektare (ha).

Begitu masuk ke wisata alam yang satu itu, wisatawan akan disambut dengan suasana sejuk dan dingin. Namanya saja wisata alam. Itu karena, warga setempat menjaga pohon yang rindang dan tanaman pelindung lainnya. Lokasinya dekat kantor Desa Bilebante, atau bertetangga dengan wisata alam Pasar Pancingan.

Untuk masuk ke wisata alam Lembah Gardena itu, wisatawan akan melewati jalan bertanah dan berumput. Kiri dan kanan tanaman hias dan pepohonan. Jarak dari jalan raya sekitar 50 meter. Itu dengan berjalan kaki. Jadi, sembari berjalan pengunjung bisa berswafoto dan menikmati angin semilir.

Untuk area parkir sudah tersedia di dekat jalan raya. Tarifnya, untuk kendaraan roda dua sebesar Rp 2 ribu dan roda empat sebesar Rp 5 ribu. Sedangkan untuk masuk ke wisata alam yang satu itu, pengelola menarik biaya cukup murah. Anak-anak sebesar Rp 3 ribu per orang dan dewasa Rp 5 ribu per orang. Itu sudah termasuk biaya untuk menikmati tiga kolam pemandian yang ada.

Kalau hari-hari tertentu, seperti hari libur sekolah atau hari libur nasional harga tiket masuk menyesuaikan. Anak-anak dikenai tarif sebesar Rp 5 ribu per orang dan dewasa Rp 10 ribu per orang. Pengunjung tidak dibatasi waktu, sehingga sepuasnya menikmati fasilitas yang ada. Kecuali, kebutuhan kuliner.

Di lokasi tersedia sate bulayak, rujak, pelecing, nasi campur, serabi dan aneka makanan, dan minuman ringan. Tapi, bagi pengunjung yang membawa bekal sendiri, dipersilakan. Yang terpenting, tetap menjaga kebersihan.

“Pernah dulu kami mendapatkan hasil penjualan tiket sebesar Rp 15 juta. Itu sehari saja,” ujar pengelola sekaligus pemilik wisata alam Lembah Gardena Hambali pada Lombok Post.

Hanya saja, keuntungan itu sendiri bukan untuk pribadi pengelola. Melainkan, harus dibagi. Karena sistem pengelolaannya berbasis pemberdayaan masyarakat. Sistem pembagiannya 60 persen pemilik dan 40 persen warga. Atau kalau keuntungan Rp 15 juta, maka sebesar Rp 9 juta diambil pemilik. Sisanya Rp 6 juta untuk warga.

Sehingga, pihaknya memastikan selama berkunjung, para pengunjung dipastikan merasa aman dan nyaman. “Kalau sudah masuk liburan sekolah pasti ramai,” cerita Hambali. (dedi/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Pringgarata #Desa Bilebante #Loteng #Desa Wisata #lembah gardena