“Kami kemudian cepat-cepat menghubungi petugas pemadam kebakaran,” kata Kepala SMPN 1 Praya Barat HL Abdul Waris, Kamis (8/9).
Tiga unit mobil damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng dikerahkan. Tidak butuh waktu lama, api pun berhasil dijinakkan. Hanya saja, atap dari genteng, kayu dan plafon dari tiga ruang roboh total.
“Saat kejadian, tiga ruangan untuk aktivitas anak didik kami itu kosong,” ujar Waris.
Kendati demikian, peristiwa itu membuat anak-anak didik dan guru saat belajar mengajar keluar berhamburan dari ruang kelas masing-masing. Itu karena khawatir api menyebar ke ruangan lain.
Dia berharap, Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng dengan cepat membantu memperbaiki tiga ruangan tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan apa penyebab dari kebakaran ini,” kata Kanit Samapta Polsek Praya Barat Ipda I Nyoman Sudarpa di tempat yang sama.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya pun memasang police line. Dia meminta anak didik dan guru tidak mendekati tiga ruangan itu. Karena dikhawatirkan kembali roboh.
Sementara itu, Kepala BPBD Loteng H Ridwan Makruf mengatakan, sejak Juli hingga sekarang ada 16 kali bencana kebakaran yang terjadi di Gumi Tatas Tuhu Trasna. BPBD berharap, warga lebih berhati-hati. Caranya, jangan meninggalkan rumah dalam kondisi kompor menyala atau jaringan listrik yang masih hidup.
“Kalau dibandingkan di bulan yang sama tahun lalu, tahun ini yang paling banyak kasus kebakarannya,” pungkas pria yang sering menggunakan kacamata hitam tersebut, terpisah. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita