Rumah yang terbuat dari bedek, kayu, bambu, beratapkan asbes dan lantai semen itu rata dengan tanah. Itu karena, warga tersulut emosi dengan isu soal santet.
Isu itu barawal warga berinisial AU yang meninggal dunia. Menyebar rumor, bahwa kematian AU akibat santet. Namun, warga tidak bisa membuktikannya. Yang ada, warga justru merusak hingga mengancam keselamatan orang lain.
“Atas dasar itulah, kami langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP),” ujarnya.
Di lokasi, pihaknya mengumpulkan kedua belah pihak. Kemudian para tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah desa. Pihaknya meminta warga tidak boleh main hakim sendiri.
“Jika melanggar, maka dipastikan berhadapan dengan hukum. Kami sekaligus memberikan edukasi, sosialisasi dan imbauan,” ujarnya lagi.
Dengan harapan, warga tidak termakan isu-isu atau rumor yang tidak benar dan menyesatkan. “Alhamdulillah, kedua belah pihak sudah berdamai. Sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan,” kata Kasi Humas Polres Loteng Iptu Susan V Sualang.
Walau demikian, jajaran polsek dibantu polres tetap siaga, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita