“Kejurprov motocross ini juga dipastikan membawa keberkahan buat warga kita di wilayah utara,” ujar Pathul, Senin (18/12).
Pembukaan kejurprov motocross itu sendiri diawali dengan upacara bendera HUT NTB di area sirkuit, Sabtu (17/12). Dihadiri seluruh abdi negara lingkup pemkab, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan. Termasuk, para pembalap.
“Saya melihat luar biasa antusias warga datang menyaksikan motocross ini,” lanjut Pathul.
Para penonton, kata Pathul, tidak saja dari warga Gumi Tatas Tuhu Trasna. Melainkan, kabupaten/kota tetangga seperti Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara hingga Pulau Sumbawa. “Belum lagi, dari wisatawan berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, wisatawan asing,” bebernya.
Mereka menyaksikan kejurprov motocross sembari berwisata. Apalagi, di Desa Lantan banyak objek-objek wisata yang belum diketahui publik. Sehingga, lewat kejurprov motocross ini, maka menjadi wahana promosi pariwisata.
Yang tidak kalah pentingnya, wisatawan juga berbelanja. Pemkab sejak awal telah menyediakan lapak-lapak bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Belum lagi dari pedagang dadakan. Ada yang jual air minum, es kelapa muda, nasi bungkus, kue-kue tradisional hingga kerajinan tangan.
“Mudah-mudahan Januari mendatang kita kembali menggelar kejuaraan motocross di tempat ini (Sirkuit Lantan),” papar mantan Ketua DPC Partai Gerindra Loteng tersebut.
Bila perlu, kata Pathul, setiap tahun ada event motocross di sirkuit Lantan. Baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun internasional. “Ke depan yang perlu kami benahi akses jalan penghubung,” lanjut Komandan Lapangan Kejurprov Motocross Bambang Supratomo, terpisah.
Yakni dari Desa Lantan menuju Desa Karang Sidemen. Karena di tempat itu direncanakan akan dibangun kereta gantung, sehingga bisa menjadi satu kesatuan. “Kalau lintasan sirkuit sudah mantap. Begitu pula sarana dan prasarana pendukung lainnya,” pungkas Plt Direktur Utama (Dirut) PDAM Praya tersebut. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita