Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pekerja Anak Masih Marak di Kuta Mandalika, Ini Langkah Pemkab Loteng

Rury Anjas Andita • Jumat, 17 Maret 2023 | 16:00 WIB
PERCEPATAN PENYELESAIAN GAP DATA: Vaksinasi anak sudah dimulai di sejumlah daerah di NTB. Namun, persoalan data selisih pelaporan manual dan online tak kunjung tuntas. Jika tidak disegerakan, selisihnya bisa semakin lebar.
PERCEPATAN PENYELESAIAN GAP DATA: Vaksinasi anak sudah dimulai di sejumlah daerah di NTB. Namun, persoalan data selisih pelaporan manual dan online tak kunjung tuntas. Jika tidak disegerakan, selisihnya bisa semakin lebar.
PRAYA-Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Tengah masih memilih langkah persuasif. Terhadap masih maraknya anak-anak usia sekolah yang menjadi pedagang asongan di kawasan Pantai Kuta Mandalika.

"Sebagian besar anak-anak ini dari Desa Rembitan, 80 persen. Bentuknya (langkah persuasif) itu memanggil kepala desanya untuk komunikasikan kepada orang tua mereka agar tidak memperkerjakan anak di bawah umur," ucap Plt Dinsos Loteng Lalu Wiraningsun, Kamis (16/3).

Namun masih saja ada orang tua yang tak mengindahkan imbauan tersebut. Jika situasi terus terjadi atau semakin marak, barulah pihaknya turun tangan menggandeng tim dari unsur Satpol PP Loteng dan Dinas Pariwisata Loteng.

"Jika tim ini sudah turun, bisa saja anak-anak itu kita bawa dulu ke kabupaten, dan yang jemput adalah orang tua masing-masing," tambahnya.

Asisten I Setda Loteng ini menambahkan, Gumi Tatas Tuhu Trasna menjadi salah satu daerah yang harus didorong dalam pencegahan pekerja anak. Sebelumnya, Kementerian PPPA sudah mencanangkan desa wisata ramah anak bebas eksploitasi di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Loteng.

"Desa Kuta yang berada tidak jauh dari Desa Rembitan di Kabupaten Loteng telah ditetapkan sebagai salah satu desa pengembangan wisata ekonomi khusus di Indonesia," ucap dia.

Dari sisi ekonomi, sambungnya, hal ini tentu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Namun di samping itu dampak negatif juga ikut ditimbulkan, antara lain anak yang berada di kawasan wisata rentan menjadi korban kekerasan dan eksploitasi.

Menurut Wiraningsun, salah satu penyebab banyaknya pekerja anak di Pantai Mandalika karena masalah ekonomi. Sehingga, jika hulu permasalahan itu dapat diatasi seperti memberdayakan para ibu dari anak-anak pekerja tersebut, maka kondisi ekonomi keluarga dapat membaik.

"Hal ini tentu berpengaruh pada naiknya tingkat pendidikan dan kesehatan anak yang dapat meningkatkan kualitas anak sebagai sumber daya manusia unggul untuk memajukan Loteng," pungkasnya. (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Eksploitasi Anak #pekerja anak #KEK Madalika #Dinsos Loteng