Sri Astuti merasa terbantu dengan adanya kas keliling Bank NTB Syariah. Sejak pagi ia bersama warga lainnya sudah datang mengantre. Sebab UPK yang ditukarkan akan digunakan untuk sedekah kepada anak-anak dan sanak saudaranya pada Lebaran nanti.
"Sayangnya uang yang kita tukar ini dibatasi, seperti yang pecahan Rp 2 ribu hanya boleh ditukar Rp 400 ribu saja," katanya.
Kepala Cabang Bank NTB Syariah Loteng Lalu Indra Jaya mengatakan, penukaran UPK sengaja dibatasi agar semua masyarakat kebagian. Mengingat jumlah yang disediakan di kantor cabang juga terbatas dari Bank Indonesia, yaitu Rp 300 juta per hari.
"Yang tukar UPK kita batasi maksimal Rp 3 juta, sebab saat penukaran UPK tertinggi ketika Khazanah Ramadan hingga Rp 2 miliar," tambahnya.
Terpisah, Bank Indonesia telah menyiapkan uang kartal Rp 4,3 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat pada Ramadan tahun ini. "Sekarang semaraknya mobilitas masyarakat, kebutuhan uang kartal masyarakat akan meningkat, untuk itu kita sediakan uang Rp 4,3 triliun dalam pecahan kecil maupun besar," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) NTB Heru Saptaji.
Tahun ini, kebutuhan uang tunai lebih meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Apalagi PPKM telah dicabut, sehingga pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat lebih meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ketersediaan uang kartal pun lebih banyak disiapkan.
"Kenaikan 15,2 persen dari tahun lalu. Perkiraan kebutuhan kita Rp 3,32 triliun, tapi kita sediakan Rp 4,3 triliun," tutupnya. (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita