Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kabut Tebal Selimuti Jalur Bypass BIL, Ini Penjelasan BMKG

Baiq Farida • Rabu, 24 Mei 2023 | 10:27 WIB
HATI-HATI: Suasana jalan raya bypass BIL I dan II yang diselimuti kabut tebal, Rabu (24/5) pagi. Jarak pandang sekian meter membuat pengendara bermotor ekstra hati-hati. (Dewi/Lombok Post)
HATI-HATI: Suasana jalan raya bypass BIL I dan II yang diselimuti kabut tebal, Rabu (24/5) pagi. Jarak pandang sekian meter membuat pengendara bermotor ekstra hati-hati. (Dewi/Lombok Post)
PRAYA-Kondisi tak biasa terjadi pada Rabu (24/5) pagi. Kabut cukup tebal menyelimuti sepanjang jalan raya bypass BIL I dan II. Membuat pengendara bermotor harus ekstra hati-hati lantaran jarak pandang hanya sekian meter.

Pantauan Lombok Post, tak sedikit kendaraan mengurangi laju kendaraan mereka. Sebagian ada yang menyalakan lampu sein dan beberapa kali membunyikan klakson kendaraan.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) suhu udara Kota Praya dan Kota Gerung menyentuh 23 derajat Celsius. Dengan kelembapan udara mencapai 75 persen dan kecepatan angin mencapai 0-20 kilometer/jam. Serta arah angin dari selatan.

Prakirawan BMKG M Andre Jersey mengatakan, untuk kondisi suhu ini pada malam hari yang terasa dingin disebabkan kondisi tutupan awan yang berkurang baik pada siang maupun malam hari. Mengakibatkan radiasi matahari akan langsung sampai ke bumi kemudian juga akan langsung dilepaskan oleh bumi sehingga tidak tersimpan di atmosfer.

"Sehingga bisa dirasakan bahwa pada siang hari sinar matahari akan langsung sampai ke bumi yang menyebabkan suhu menjadi naik dan panas dan ketika malam hari suhu menurun menjadi terasa dingin," katanya yang dikonfirmasi Lombok Post.

Ia menambahkan, selanjutnya terjadi juga peralihan angin disebabkan adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia.

Angin monsun bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudra Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin, sehingga menyebabkan suhu terasa lebih dingin di wilayah NTB

"Kondisi ini bisa berlangsung hingga puncak musim kemarau dan juga terjadi ketika Australia mengalami musim dingin," tambahnya.

Menyinggung suhu terendah di NTB, Andre menyebut, 21 derajat celcius sedangkan untuk suhu tertinggi mencapai 33 derajat celcius. (ewi/ida) Editor : Baiq Farida
#bmkg