"Trennya sekarang wisatawan asing suka yang seperti ini, sepi, tidak begitu ramai, bersih dan air laut yang jernih, pasirnya seperti butiran merica," ungkap Ketua Pokdarwis Desa Mekarsari Sukriawan, Kamis (29/6).
Dikatakan, wisatawan yang datang berkunjung berasal dari Belanda dan sebagian negara Eropa. Mereka datang karena ketidaksengajaan melihat lokasi saat melintas dari Selong Belanak menuju Kuta atau sebaliknya. "Mereka juga kaget, oh ada pantai ini ya," ujar pria yang akrab disapa Regen itu.
Ketidaktahuan wisatawan, diakui Regen, masih minimnya promosi melalui media sosial. Lantaran terkendala kesulitan sinyal telekomunikasi. "Hanya satu provider yang bisa, jadi untuk promosi ya dari mulut ke mulut," tambahnya.
Kedatangan turis asing ke Pantai Lancing, kata dia, sebagian besar datang menjelang siang dan sore hari. Mereka akan menikmati cemilan lokal Lombok sembari menghadap pantai lepas. "Habiskan waktu sambil baca buku, tiduran berjemur," ungkap bapak beranak dua ini.
Regen berharap, dukungan dari pemerintah lebih diintensifkan meski tidak masuk dalam desa peyangga KEK Mandalika. Sejauh ini, intervensi berupa peningkatan sumber daya manusia (SDM) namun seharusnya dibarengi dengan promosi wisata.
Termasuk kebijakan-kebijakan desa yang mendukung perkembangan Pantai Lancing yang dikelola oleh masyarakat. "Salah satunya jalan desa sebagai akses kita menuju pantai, agar segera ditetapkan," tukasnya. (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita