"Niat kami hanya ingin mengembalikan kondisi awal RTH, ketika para PKL diizinkan berdagang di lokasi," ucap Kepala Bidang Permukiman Disperkim Loteng Baiq Citra Dewi Widiyantari usai berdiskusi dengan para pedagang, di RTH Tonjeng Beru, Kelurahan Prapen, Praya, Loteng, Senin (31/7).
Pada tahun 2018 silam, lanjutnya, sebanyak 30 pedagang diberikan bantuan berupa tenda kerucut sehingga lapak dagang bersifat terbuka. Namun semakin kesini, dinas menilai semakin tidak terkontrol. Mulai dari ukuran lapak semakin membesar yang seharusnya tiga kali tiga meter, bahkan beralih fungsi dari terbuka menjadi tertutup memakai bahan semipermanen.
"Lambat laun disinyalir menjadi tempat tinggal pedagang, termasuk ada aktivitas diluar perdagangan makan dan minum," jelasnya.
Dewi mengungkapkan, kedatangan Disperkim bertemu para pedagang untuk meminta bersama-sama menata kembali dan menyepakati bentuk lapak yang ideal. Namun dinas tetap menerima masukan pedagang untuk kondisi lapak kedepan.
"Kami tetap dengarkan juga, tadi ada beberapa masukan pedagang yang nantinya kami akomodir sehingga mereka tetap bisa berjualan dengan aman dan nyaman," ucapnya.
Konsep lapak nantinya tetap menggunakan tenda kerucut namun semi tertutup. Pola ini untuk menghindari anjing liar masuk serta tetap aman dari angin kencang dan hujan.
"Tertutup kiri kanan belakang saja, setinggi satu meter. Yang belakang kita minta dicat warna-warni agar cantik," beber Dewi.
Menyinggung soal anggaran per lapak, kata dia, biayanya sekitar Rp 350 ribu dengan tetap memanfaatkan bahan yang ada. "Kita coba bawa ke TAPD namun kami juga meminta agar mereka menabung untuk kumpulkan biayanya hingga bulan September akhir. Sehingga bulan Oktober sudah ada wajah baru di Tonjeng Beru," tandasnya.
Lurah Prapen Lalu Iman Zuhri menambahkan, berubahanya lapak pedagang dari tenda jadi semi permanen karena keamanan barang dari hewan liar serta oknum tak bertanggung jawab. "Termasuk jarak rumah mereka ke lapak cukup jauh, 300 meter. Biar gak capek bolak-balik hingga menetap," terangnya.
Pada dasarnya, warga kelurahan Prapen menyepakati lapak pedagang ditata kembali. Dengan catatan ada perbaikan kondisi lapak yang tetap memberikan keamanan dan kenyamanan selama berjualan. "Alhamdulillah mereka setuju dan siap selama keinginan mereka juga difasilitasi," tukasnya. (ewi/r10) Editor : Administrator