Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Galian Batu Apung di Desa Lantan Loteng Makan Korban Jiwa

Administrator • Rabu, 16 Agustus 2023 | 01:02 WIB
OLAH TKP: Anggota Polsek Jerowaru sedang melakukan olah TKP dugaan bunuh diri Kecamatan Jerowaru, Sabtu malam (13/2) lalu. (Foto: Syarif for Lombok Post)
OLAH TKP: Anggota Polsek Jerowaru sedang melakukan olah TKP dugaan bunuh diri Kecamatan Jerowaru, Sabtu malam (13/2) lalu. (Foto: Syarif for Lombok Post)
PRAYA-Galian batu apung di Dusun Lantan Daye, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng), memakan korban jiwa. Seorang warga bernama Rumi'ah, 58 tahun, yang bekerja di galian tersebut ditemukan tewas di lokasi galian yang terletak di bagian utara, luar Sirkuit 459 Lantan.

"Saya sedang di Jerowaru, Lotim, dapat kabar warga diminta pulang ke rumah segera, sesampai di rumah saya kaget (sang ibu meninggal dunia, red)," kata Sahman, anak korban pada wartawan di rumah duka, Senin (14/8).

Sahman mengaku sering mengingatkan ibunya untuk berhenti bekerja menambang batu apung. Mengingat pekerjaan tersebut tidak aman dan rentan terjadi kecelakaan. "Sudah pernah saya pesan (untuk berhenti, red) tapi ya begitu, kami dari keluarga sudah ikhlas," ucapnya.

Sementara itu, Suriah saksi pertama menuturkan menjelang siang hari ia menghampiri korban untuk berbagi cemilan atau makanan. Namun tidak menemukan korban di lokasi.

Dia pun berupaya mencari dan pandangannya tertuju pada timbunan pasir yang rata di suatu lubang. Suriah yang curiga lantas memanggil teman lainnya untuk menolong.

"(Lubang galian, red) ada sekitar dua meter. Setelah digali kelihatan tombongnya (pantat, red), telungkup," ucapnya.

Rumi'ah dan sejumlah warga dusun lainnya, kata Suriah, sudah lama dan sehari-hari menjadi penggali batu apung. Satu karung batu apung dihargai Rp 60 ribu dan dalam sehari mereka mampu menghasilkan sepuluh karung batu apung.

Pantauan Koran ini ke lokasi galian, telah terpasang garis polisi. Di sana ada beberapa karung batu apung yang sudah terikat dan siap diambil pengepul. Lokasi korban tertimbun sudah rata dengan galian pasir di atasnya. Tak ada aktivitas galian disekitar lokasi.

Kapolsek Batukliang Utara Iptu Ichwan Satriawan yang ada di lokasi membenarkan, kepolisian sudah ke lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP). "Kami masih lakukan penyelidikan, apa penyebab korban tertimbun atau terpeleset," katanya.

Korban sempat dilarikan ke puskesmas terdekat, namun nyawanya sudah tak tertolong hingga akhirnya dibawa kembali ke rumah duka untuk dilakukan persiapan pemakaman besok (hari ini, red). (ewi/r10) Editor : Administrator
#Lombok Tengah #tewas #Batu Apung #Lantan