Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Musim Kemarau, Debit Sumber Air PDAM Lombok Tengah Turun 50 Persen

Redaksi Lombok Post • Kamis, 31 Agustus 2023 | 23:11 WIB

PIPANISASI: Empat pekerja saat memasang pipa untuk SPAM di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Loteng, Selasa (31/5). (Dedi/Lombok Post)
PIPANISASI: Empat pekerja saat memasang pipa untuk SPAM di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Loteng, Selasa (31/5). (Dedi/Lombok Post)
LOMBOKPOST-Enam sumber air yang dikelola Perumdam Tirta Ardia Rinjani (Tiara) Lombok Tengah (Loteng) mengalami penyusutan. Penyusutan diperkirakan mencapai 50 persen. Sehingga beberapa waktu belakangan aliran air dari saluran PDAM ke rumah-rumah masyarakat menjadi terhambat.

”Musim kemarau (debit air) berkurang hingga 50 persen. Jadi kami imbau masyarakat untuk bijak memanfaatkan air,” ucap Direktur Utama Perumdam Tiara Loteng Bambang Supratomo, kemarin (30/8). 

Atas kondisi ini, pihaknya menerapkan pendistribusian air secara bergiliran kepada pelanggan di area barat, tengah dan timur Loteng. Guna mengantisipasi kekurangan air di masyarakat. 

Sebagai upaya jangka pendek, pihaknya melakukan langkah efisiensi dan optimalisasi di sumber mata air. Sementara untuk jangka panjang, Perumdam Tiara rutin melaksanakan kegiatan penanaman pohon pada sumber-sumber mata air.

”Termasuk bantuan perbaikan pipanisasi jaringan bagi masyarakat yang ada di sumber mata air,” bebernya. 

Pihaknya juga lakukan penambahan sumber mata air di wilayah utara. Seperti sumber mata air Cerorong Danau Biru dengan debit 150 liter per detik, Otak Pemasir 55 liter per detik dan Lempanas 55 liter per detik.

”Upaya penambahan ini akan dilakukan dengan pengajuan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hingga Rp 120 miliar,” ucap Bambang. 

Menyinggung rencana pengajuan pinjaman ke PT SMI, kata dia, sebagai alternatif pendanaan, masih berproses dan pengkajian mendalam. ”Ini sebagai alternatif karena memikirkan kondisi pelayanan air untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan,” katanya. 

Menurutnya, setiap tahun angka pertumbuhan penduduk kian meningkat. Begitu juga dengan terbangunnya perumahan-perumahan baru. Sementara sumber air baku tidak ada penambahan, membuat tidak ada keseimbangan antara permintaan dan penawaran. 

”Sehingga caranya harus bangun sistem perpipaan air minum (SPAM) yang baru, memanfaatkan sumber mata air yang lain dan membangun SPAM tidak mudah, ada biaya cukup tinggi,” tandasnya. (ewi/r11) 

Editor : Redaksi Lombok Post
#pdam #debit air