Keindahan alam luar biasa ditemukan Ahmad Anwar saat mendaki Gunung Rinjani melalui jalur Aik Berik pekan lalu. Jalur pendakian baru ini menawarkan hutan tropis yang rimbun, banyak mata air dan pengalaman luar biasa. Sehingga sayang jika dilewatkan. Berikut ulasannya.
LESTARI DEWI, Lombok Tengah.
INI kali kedua pengalaman Ahmad Anwar mendaki Gunung Rinjani melalui jalur Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng. Jika biasanya mendaki Gunung Rinjani melalui jalur Senaru dan Sembalun, Anwar mengaku masih penasaran menjajal Gunung Rinjani melalui jalur Aik Berik.
Kebetulan, ratusan rombongan dari Pemkab Loteng mengagendakan pendakian ke Gunung Rinjani dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Loteng ke 78. Ia pun mengajak dua orang sahabat lainnya ikut serta mendaki bersama rombongan tersebut.
”Tapi pendakian kami memang tidak sampai puncak, cukup sampai Pelawangan saja,” ucapnya pada Lombok Post, Rabu (4/10).
Persiapan pun dilakukan Anwar sepekan menjelang jadwal pendakian. Ia mengikuti tes kesehatan untuk memastikan dirinya dalam keadaan fit dan bugar ketika mendaki. Sejumlah olahraga ringan pun dilakukan Anwar, mengingat terakhir kali mendaki Gunung Rinjani pada tahun lalu.
Pendakian dilakukan selama tiga hari dua malam, bertepatan dengan hari keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama pendakian melalui jalur bagian selatan Gunung Rinjani itu memberikan pengalaman yang luar biasa baginya.
Dengan keindahan alam yang memukau, jalur ini menawarkan pemandangan panorama spektakuler yang meliputi hamparan Danau Segara Anak dengan gunung api yang bernama Gunung Baru Jari yang menakjubkan.
”Megahnya keindahan puncak Rinjani dan matahari terbit atau terbenam sangat luar biasa,” ucap anak keempat dari lima bersaudara ini.
Rombongan melewati hutan hujan tropis yang rimbun, banyaknya mata air tidak menyulitkan pendaki yang butuh air untuk minum, hingga sejumlah air terjun yang menyejukkan. ”Tapi memang sumber mata air yang banyak ini sebelum kita sampai Pelawangan, setelah itu kurang,” imbun warga dari Desa Mangkung ini.
Selain itu, pendaki akan melewati HKm (hutan kemasyarakatan) sepanjang sekitar 5 kilometer dengan luas hamparan sekitar 800 hektar lebih sebelum sampai di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dimana terdapat ragam tanaman buah dan pohon di dalam HKM.
”Setelah melewati HKM, para pendaki memasuki kawasan hutan lindung dimana selama perjalanan pendaki akan terlindung dari terik matahari karena hutan tropisnya sangat lebat,” ungkapnya.
Meski begitu, pendaki diharapkan tidak terlalu terlena saat mendaki. Langkah kaki harus terus diperhatikan, mengingat sisi kiri dan kanan adalah jurang yang sangat tinggi. Selain itu, karena ini jalur baru belum ada fasilitas keamanan yang memadai disiapkan TNGR. Sementara ada beberapa medan yang dilalui cukup curam.
”Kami harapkan ada pembenahan jalur, dari pos tiga ke empat agak curam, disana tidak ada disiapkan tali dan alat keselamatan lainnya,” pungkas pria kelahiran 1996 itu. (bersambung/r11)
Editor : Akbar Sirinawa