LombokPost--Pemkab Lombok Tengah (Loteng) mengklaim konser band Dewa 19 memberikan multiplier efek yang luar biasa. Estimasi perputaran uang selama konser pada Jumat (27/10) lalu mencapai Rp 5,2 miliar lebih. Dengan jumlah penonton sebanyak 50 ribu orang.
"Paling besar manfaat yang merasakan adalah pelaku UMKM bidang kuliner, t-shirts hingga produk ekonomi kreatif sebesar Rp Rp 4.750.000.000," ungkap Asisten II Setda Loteng Lendek Jayadi pada Koran ini, Minggu (29/10).
Selain pelaku UMKM, dampak positif juga dirasakan pada pengelolaan parkir berbasis masyarakat. Tarif parkir sebesar Rp 10 ribu per motor dan Rp 15 ribu per mobil, dengan estimasi 50 ribu penonton menghasilkan pendapatan sebesar Rp 500 juta.
"Jumlah ini didominasi pengunjung yang menggunakan motor ketimbang mobil," timpalnya.
Konser yang digelar di Lapangan Bundar Praya, kata Lendek, belum termasuk perhitungan dampak lainnya. Plt Dinas Pariwisata Loteng ini melihat, respon positif masyarakat sangat tinggi. Begitu juga empati terhadap pembangunan Pemkab Loteng.
"Konser ini juga mendorong peningkatan pariwisata, promosi daerah, edukasi sosial dan menggerakkan kearifan lokal dan budaya kita," jelasnya.
Melihat puluhan ribu penonton, kata Lendek, menjadi pengalaman baru bagi daerah dalam manajemen rekayasa lalu lintas yang bebas dari kemacetan. Kantong-kantong parkir tersebar dan berbasis masyarakat, timbulnya ekosistem sosial hingga hubungan sosial antar kabupaten/kota.
Konser Dewa 19 yang digelar secara gratis itu pun mampu menyedot puluhan ribu penonton. Tidak hanya dari masyarakat Loteng, penonton datang dari Kota Mataram, Lobar, KLU, Lotim hingga Pulau Sumbawa.
"Melalui event (konser band Dewa 19,red) ada rasa kebersamaan kita membangun daerah sendiri yang semakin lestari dan mandiri," ucapnya.
Sementara itu, pengamanan dan pengawasan berlapis dilakukan Polres Loteng saat konser band Dewa 19. Sebelum masuk, penonton harus melewati pemeriksaan barang dan orang menggunakan alat metal detektor dan x-ray yang dilakukan petugas.
"Hal ini bertujuan untuk mencegah masyarakat membawa barang-barang berbahaya dan terlarang seperti sajam, narkoba, miras dan juga petasan," ucap Kabag Ops Polres Loteng AKP Hery Indrayanto.
Polres Loteng juga menurunkan anjing pelacak (K9) BKO Ditsamapta Polda NTB. Sebelum konser dimulai, tim K9 melakukan penyisiran area-area panggung dan sekitarnya untuk dilakukan sterilisasi lokasi.
"Pengamanan kita lakukan berlapis melalui pola ring 1, 2 dan 3. Untuk masing-masing ring ada perwira pengendali untuk mengendalikan personel saat pengamanan dilapangan," tambahnya.
Selama konser, Polres Loteng menerjunkan 850 personel gabungan terdiri dari TNI-Polri dan instansi terkait. "Personel pengamanan sudah kita tempatkan dimasing-masing ring 1, 2 dan 3 sejak pukul 16.00 Wita," kata Hery.
Pada saat kedatangan dan kepulangan para penonton pun, petugas juga terus melakukan pengamanan dan pengawasan. Sejumlah petugas gabungan ditempatkan di sepanjang area panggung konser area penonton dan jalan utama. Hery pun memastikan lokasi area konser benar-benar steril hingga akhir acara. (ewi)
Editor : Kimda Farida