LOMBOKPOST--Pemkab Lombok Tengah (Loteng) mulai menyusun peraturan bupati (Perbup) untuk mendukung pembentukan perpustakaan desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Hal ini sebagai upaya pengembangan kualitas atau kemampuan sumber daya manusia daerah, agar mampu mengelola sumber daya alam dengan berbagai macam teknologinya, sehingga dapat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat," kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Diarpus) Loteng Lalu Muliawan, Kamis (23/11).
Penyusunan Perbup ini, kata dia, setelah sebelumnya juga ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan perpustakaan yang merupakan inisiatif komisi IV DPRD Lombok Tengah.
Dengan adanya Perda dan Perbup, maka nantinya dari Pemerintah Desa (Pemdes) diwajibkan untuk menganggarkan anggaran dana desa untuk memaksimalkan keberadaan perpustakaan desa.
"Perbup sedang kita garap sebagai bahan kita untuk bagaimana Pemdes bisa memaksimalkan keberadaan Perpustakaan Desa ini. Terlebih saat ini sudah ada sekitar enam desa yang perpustakaan desa mereka menjadi juara dan selalu kita bina," katanya.
Dengan adanya Perda dan Perbup ini, sambungnya, maka nantinya Pemdes wajib menganggarkan satu persen dari anggaran dana desa untuk perpustakaan desa. Artinya, sekitar Rp 25 juta per desa digelontorkan untuk perpustakaan desa dan ini dirasa sudah cukup untuk memenuhi buku bacaan masyarakat per tahun di tingkat Desa.
"Sekarang perpustakaan desa yang sudah maksimal seperti di Perpustakaan Semparu, Monggas, Sengkerang, Jago dan lainnya dan ini tetap kita berikan pembinaan hingga mendapat juara. Makanya ini yang perlu kita kembangkan agar perpustakaan desa ini berbasis inklusi sosial," katanya.
Ia memastikan, kedepannya semua desa harus memiliki perpustakaan yang hajatannya bukan sekedar untuk menjadi lokasi membaca tapi untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Perpustakaan ini nantinya akan memiliki program yang bisa dilakukan terutama dalam hal pemberdayaan kepada masyarakat.
"Keberadaan perpustakaan tidak hanya memberikan pemahaman literasi kepada masyarakat, namun juga dibarengi dengan pemberian berbagai program pelatihan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (ewi)
Editor : Kimda Farida