Lantaran sebanyak 772.406 surat suara yang akan diterima KPU nantinya. Jumlah ini sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah dua persen per tempat pemungutan suara (TPS).
"Estimasi yang kita butuhkan ini 300 orang selama lima hari," ucap Ketua KPU Loteng Lalu Darmawan, Minggu (26/11).
Dalam pelipatan surat suara ini, sambungnya, tentu sudah ada standar operasional prosedur (SOP) yang disiapkan. Ia tidak ingin proses lipat surat suara sembarangan atau hanya mengejar jumlah. Ini bisa menyebabkan surat suara rusak atau sobek.
"Upahnya sekitar Rp 200 per lembar, nantinya jumlah kertas surat suara akan dibagikan kesetiap personel kelompok, sehingga kelompok itu ada kewajiban," kata dia.
Selain itu, dipastikan pula kertas surat suara dalam kondisi sangat baik dan bagus. Tidak ada gambar berbayang, tulisan nama caleg, parpol maupun capres-cawapres yang kurang jelas atau blur. "Jangan sampai ada yang cacat lah," tegas Darmawan.
Ia menuturkan, pihaknya akan mulai penyesuaian logistik pada awal bulan Januari nanti. Namun sudah dicicil jauh hari mengelola logistik pendukung perlengkapan pemungutan suara. "Seperti pulpen, karet, tinta sudah kita pilah dan ikat sebanyak 20 biji per karet ikat," tambahnya.
Mengenai kedatangan surat suara ini, belum diketahui pasti tanggal kedatangan. Dipastikan bulan Januari sudah tiba. Guna menghindari kesalahan cetak surat suara, pihaknya akan standby di Gresik, Jawa Timur sebagai lokasi pencetakan surat suara.
"Lima hari kita pantau (cetak surat suara, red) nonstop disana," tukasnya. (ewi)
Editor : Redaksi Lombok Post