LOMBOKPOST-Bupati Lombok Tengah (Loteng) Lalu Pathul Bahri memimpin apel siaga bencana di halaman kantor bupati. Dihadiri langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri serta stakeholder terkait. Wujud sinergitas semua elemen menghadapi siaga bencana di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
"Persiapan (siaga bencana, red) harus disiapkan sedemikian rupa, kondisi cuaca ekstrem, hujan angin, banjir, tanah longsor. Ini untuk mengingatkan kita semua," ucap Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri pada wartawan, Senin (18/12).
Bupati Pathul mengaku, sarana dan prasarana menghadapi siaga bencana sudah siap. Tak sedikit upaya sudah dilakukan dan masih berjalan, seperti penyaluran air bersih ke wilayah yang kesulitan air oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Logistik juga tidak ada persoalan," tukasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Loteng Ridwan Ma'ruf menuturkan, apel siaga bencana yang digelar menunjukkan sejauh mana kesiapan daerah menghadapi bencana. "Kita sudah siapkan jadwalnya, dimulai dengan penyusuran sungai yang penuh sampah di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat," ucapnya, terpisah.
Dijelaskan, ada beberapa ancaman bencana di Loteng antara lain, musim penghujan, kekeringan, banjir, tanah longsor, tsunami. "Yang sedang di alami di Loteng sekarang musim penghujan dan kekeringan," imbuhnya.
Ridwan memaparkan, untuk titik rawan banjir berada di Kecamatan Praya Barat, Kecamatan Praya Barat Daya, Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Timur, dan Kecamatan Praya dan tersebar di Kelurahan Leneng, Kelurahan Panji Sari, Kelurahan Tiwugalih dan Kelurahan Praya.
"Sedangkan tonoh longsor berpotensi terjadi di wilayah utara Batukliang dan Batukliang Utara, serta dibagian selatan karena banyak penggundulan. Kita imbau agar masyarakat waspada," pungkasnya. (ewi)
Editor : Kimda Farida