Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gara-gara Band Geisha Batal Tampil, Hotel di Mandalika Sempat Kerepotan Hibur Tamu

Lestari Dewi • Rabu, 3 Januari 2024 | 18:51 WIB

OKUPANSI HOTEL: Sejumlah wisatawan luar daerah mulai berdatangan untuk check-in di Raja Hotel Kuta Mandalika, Minggu (31/12).
OKUPANSI HOTEL: Sejumlah wisatawan luar daerah mulai berdatangan untuk check-in di Raja Hotel Kuta Mandalika, Minggu (31/12).
LOMBOKPOST-Batal tampilnya grup musik Geisha pada Festival Mandalika Seru turut disesalkan pelaku hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Tak sedikit tamu hotel yang telah melakukan booking kamar untuk berlibur pergantian akhir tahun kecewa batal menyaksikan performance empat personil itu.

“Karena batal berdampak pada tamu-tamu yang kecewa. Kami sudah promosikan sebelumnya, menginap di Raja Hotel nonton Geisha,” ucap General Manager Raja Hotel Kuta Mandalika Yayat S. Priatna, Minggu (31/12).

Ia menuturkan, rencana menghadirkan band ternama ibu kota di Pulau Lombok untuk mendorong perkembangan pariwisata daerah. Sehingga seharusnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun stakeholder terkait. 

Guna mengobati kekecewaan tamu hotel yang didominasi dari luar daerah, diakuinya, pihak hotel pun terpaksa memutar otak. Setelah menikmati galla dinner di ballroom, pihak hotel menampilkan band-band lokal dan tarian tradisional juga disertai makan-minum gratis pada area bar hotel dengan view Kuta Beach Park.

“Alternatif agar tamu tidak terlalu kecewa sudah kemari,” ucap pria asal Bandung itu.

Pada momen pergantian tahun ini, diakui, okupansi Raja Hotel Kuta Mandalika mencapai 100 persen untuk 200 kamar. Tidak hanya memberikan pelayanan hotel yang maksimal, mereka juga menyajikan aneka makanan dan kue tradisional khas Suku Sasak.

“Kami juga ingin memperkenalkan bahwa Lombok memiliki budaya dan kuliner yang khas,” jelasnya.

Yayat mengaku, jika dibandingkan okupansi hotel tahun 2022, okupansi tahun 2023 jauh lebih baik dan ramai. Jika tahun 2022, okupansi hanya naik 30-40 persen, tahun 2023 kenaikan hingga 100 persen. “Bahkan kami sampai menolak tamu karena kamar sudah penuh,” ucap Yayat.

Dengan melihat okupansi ini, menggambarkan wisatawan luar daerah melihat Lombok sudah aman, nyaman dan pelayanan meningkat. Sebab itu, Raja Hotel Kuta Mandalika menaikkan status bintang dari 4 menuju 5 guna memenuhi keinginan dan kebutuhan tamu hotel. “Kamar kita perbaiki, restoran, cheff ditambah, fasilitas lain sudah kita siapkan meski bintang 4,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Hotel Mandalika Samsul Bahri mengatakan, libur panjang Natal dan Tahun Baru membawa berkah bagi pelaku hotel dan restoran di kawasan Kuta, Mandalika. Rata-rata okupansi hotel mencapai 80-85 persen.

“Tanda-tanda kenaikan sudah terlihat pada awal pekan Desember lalu,” ucap Samsul Bahri.

Pada minggu pertama Desember lalu, tingkat hunian ada peningkatan sekitar 25-30 persen. Kemudian di minggu kedua naik 45 persen. “Karena liburan panjang ini kan ada libur anak-anak sekolah, perkantoran, maupun perusahaan swasta,” tambahnya.

Dari jumlah kunjungan itu, masih didominasi wisatawan mancanegara. Yaitu tercatat 60 persen kunjungan turis asing, dan 40 persen tamu dari dalam negeri. ”Selain masyarakat lokal, banyak juga warga dari luar daerah yang sengaja berlibur ke Mandalika,” tandasnya. (ewi)

Editor : Kimda Farida
#Mandalika #okupansi