Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Loteng Salurkan Banpang 1.541 Ton Beras, Bupati Imbau Jangan Diselewengkan

Lestari Dewi • Kamis, 1 Februari 2024 | 12:32 WIB
Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri (dua kanan) didampingi Wakil Perum Bulog Kanwil NTB Ismet Orlando melepas 1.541 Ton beras di lobbi kantor bupati, Rabu (30/1).
Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri (dua kanan) didampingi Wakil Perum Bulog Kanwil NTB Ismet Orlando melepas 1.541 Ton beras di lobbi kantor bupati, Rabu (30/1).

LOMBOKPOST-Bantuan pangan (banpang) sebanyak 1.541 ton beras telah diluncurkan pemerintah daerah bersama Perum Bulog Kanwil NTB dan disebar pada 139 desa/kelurahan di 12 kecamatan dalam sepekan ini.

Total ada keluarga penerima manfaat (KPM) sebanyak 154.127 yang harus dipastikan menerima banpang tersebut.

“Dan harus dipastikan bahwa bantuan pangan ini sampai di tangan mereka (KPM, red),” tegas Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri disela-sela sambutan peluncuran bantuan pangan di lobbi kantor bupati, Rabu (30/1).

Bupati Pathul pun menginstruksikan, kepada Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Loteng agar segera berkoordinasi dan bersinergi dengan camat, lurah, kepala desa hingga kepala dusun.

“Asisten Biro Perekonomian dan leading sektornya harus mengkoordinir semua, pastikan dari segala sisi, utamanya harus sampai ditangan mereka,” timpalnya.

Politisi Gerindra ini memastikan, dari sisi kualitas beras yang disalurkan sudah cukup bagus dan baik. Sehingga sangat layak dikonsumsi terutama bagi keluarga-keluarga yang tidak mampu. Sebab itu, pendistribusian banpang ini harus segera tuntas dan cepat.

“1.541 ton beras ini harus disalurkan pada KPM yang berhak menerima dan masing-masing menerima 10 Kilogram (kg),” ucap Bupati Pathul.

Penyaluran banpang yang akan diberikan hingga enam bulan kedepan ini, sambungnya, untuk mengurangi beban pengeluaran penerima bantuan pangan (PBP). Sekaligus upaya dalam mengentaskan kemiskinan, menangani kerawanan pangan, menanggulangi kekurangan pangan dan gizi, menurunkan stunting, mengendalikan gejolakharga pangan dan inflasi. Serta melindungi produsen dan konsumen dari dampak fluktuasi harga.

“Karena pengalaman terdahulu, ketika harga beras belum turun hampir semua titik harga beras meroket, setelah kita turun banpang ke masyarakat, langsung dia (harga beras, red) stabil,” jelas orang nomor satu di Gumi Tastura ini.

Adapun rencana penyaluran bantuan pangan untuk alokasi bulan Januari tahun inidi Lombok Tengah, antara lain, pada Senin (30/1) dijadwalkan Kecamatan Jonggat, Pujut dan Batukliang Utara dengan total 393 Ton beras.

Pada Selasa (31/1) dijadwalkan Kecamatan Praya Timur, Kopang dan Praya Barat dengan total 354 Ton beras.

Selanjutnya, sebanyak 415 Ton beras dijadwalkan untuk Kecamatan Praya Tengah, Pringgarata dan Janapria pada Kamis (1/2). Serta, Kecamatan Praya, Praya Barat Daya dan Batukliang dijadwalkan pada Jumat (2/2) sebanyak 378 Ton beras.

Wakil Perum Bulog Kanwil NTB Ismet Orlando menambahkan, menindaklanjuti arahan Presiden dalam rapat internal tentang Perpanjangan Penyaluran Bantuan Pangan pada 6 November 2023, Presiden menugaskan kembali menyalurkan beras Banpang Tahun 2024. Penyaluran Tahap I dijadwalkan bulan Januari-Maret, Tahap II dijadwalkan bulan April-Juni.

“Masing-masing akan terima 10 Kg per bulan dengan alokasi penyaluran sebanyak 60 Kg dan gratis atau tanpa bayar,” tegasnya.

Pada tahun ini, secara nasional jumlah PBP sebanyak 22.004.077 sementara untuk Provinsi NTB sebanyak 640.093 PBP. Diakui adanya perbedaan data jumlah PBP, akibat perbedaan sumber data. Jika tahun 2023 bersumber dari Kementerian Sosial RI, kini tahun 2024 bersumber dari Kemenko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI.

“Ini diluncurkan untuk menjaga gejolak harga, terbukti tahun lalu saat banpang tidak diluncurkan harga beras tinggi. Setelah diluncurkan, Alhamdulillah bisa menekan harga,” pungkasnya. (ewi)

Editor : Kimda Farida
#Pemkab Loteng #Beras #bantuan pangan #Bulog NTB