Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penanganan Kasus Pembunuhan Dinilai Lamban, Warga Desa Segala Anyar Blokir Jalan dan Ancam Golput

Lestari Dewi • Minggu, 4 Februari 2024 | 11:31 WIB
BENTUK KEKECEWAAN: Warga Desa Segala Anyar membakar ban bekas dan blokir jalan di bypass BIL-Mandalika, Minggu siang (4/2).
BENTUK KEKECEWAAN: Warga Desa Segala Anyar membakar ban bekas dan blokir jalan di bypass BIL-Mandalika, Minggu siang (4/2).

LOMBOKPOST-Kondisi Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut kembali memanas.

Warga setempat melakukan aksi pemblokiran jalan raya di bypass BIL-Mandalika, Minggu (4/2).

Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan kasus pembunuhan oleh Polres Loteng.

Warga menuntut agar kepolisian segera menetapkan dan menangkap pelaku pembunuhan yang peristiwanya sudah berjalan dua bulan.

"Kasus ini sudah jalan 2 bulan belum ada kejelasan siapa pelakunya, makanya kami warga menuntut agar pelaku segera ditangkap," ungkap Abdus Syukur pada wartawan.

Ia menegaskan, warga juga tidak akan membuka jalan bypass jika pelaku tidak kunjung ditangkap.

Selain memblokir jalan dan membakar ban, warga juga mendirikan tenda di ruas jalan bypass untuk menginap di tengah jalan.

"Kalau tidak ada respons, kami tidak akan membuka blokir jalan ini dan kami juga akan menginap," timpalnya.

Tidak itu saja, warga satu desa juga mengancam golput pada pesta demokrasi Pemilu 2024.

Terpisah, Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat mengatakan, untuk kasus saat ini sedang berproses.

Lambannya penanganan ini disebabkan karena terbatasnya saksi. 

Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk segera menyelesaikan kasus dan sudah ada backup dari Polda NTB.

"Kami tidak akan main-main dalam penegakan hukum, sehingga kasus ini terus akan berlanjut," singkatnya. (ewi)

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #Blokir Jalan #bakar ban #desa segala anyar