LOMBOKPOST-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengevaluasi dampak hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah (Loteng).
Perwakilan BPK menemui pemerintah daerah (pemda) Loteng beserta jajarannya di ruang rapat utama kantor bupati secara tertutup.
“Benar (kedatangan, red) BPK RI untuk mengevaluasi dan monitoring dampak KEK Mandalika. Mulai dari sektor ekonomi, sosial budaya, bagaimana pertanian dan produk UMKM hingga pendapatan asli daerah termasuk (disoroti, red),” ucap Wakil Bupati Loteng HM Nursiah pada wartawan di kantor Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Rabu (21/2).
Pemda pun telah menyiapkan jawaban-jawaban yang ingin diketahui BPK RI. Termasuk menyerahkan sejumlah dokumen yang diinginkan BPK RI.
“Dokumen yang diminta juga kami serahkan,” ucap wabup enggan menyebutkan dokumen yang dimaksud.
Namun, secara umum pihaknya menyampaikan keberadaan KEK Mandalika dengan hadirnya Sirkuit Internasional Mandalika memberikan manfaat luar biasa.
Menurutnya, usaha masyarakat setempat tumbuh, mulai dari warung, kios, toko, souvenir, hasil pertanian dan seni budaya.
Kunjungan wisatawan hingga beragam event sukses digelar disana.
Politisi Golkar ini mengaku, dengan adanya KEK Mandalika juga berdampak pada naiknya harga tanah dikawasan itu. Ditambah hadirnya beragam pertokoan, UMKM, perhotelan, usaha jasa dan lainnya.
“Artinya bahwa cukup signifikan dampak terbangunnya KEK Mandalika di Gumi Tatas Tuhu Trasna,” tegas mantan Sekda Loteng ini.
Sekarang, langkah yang penting dilakukan pemerintah daerah, provinsi dan pusat adalah membangun kebijakan yang berdampak dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Kebijakan pemasaran produk, peningkatan kapasitas, kualitas dan kuantitas produk UMKM.
“Monitoring ini akan menjadi kesimpulan untuk BPK terhadap terbangunnya KEK Mandalika,” tukasnya. (ewi)
Editor : Kimda Farida