LOMBOKPOST-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng) mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi hasil Pemilu 2024 di luar perhitungan dan rekapituasi KPU secara resmi.
Masyarakat diminta bersabar dan memngabaikan data yang berseliweran.
Mereka bersama-sama diajak memantau proses penghitungan dan rekapitulasi di tingkat kecamatan.
“Intinya tunggu rekapitulasi dari PPK (panitia pemilihan kecamatan, red) dan rekapitulasi resmi KPU,” ucap Ketua KPU Loteng Hendri Harliawan, Jumat (23/2).
Seluruh peserta pemilu, sambungnya, baik itu partai politik, tim kampanye, tim sukses hingga masyarakat agar dapat menahan diri dan menghormati proses pleno perhitungan dan rekapitulasi yang dilakukan KPU Loteng secara berjenjang.
Berdasarkan pasal 5 PKPU Nomor 5 Tahun 2024 tentang Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Umum dilakukan berdasarkan tingkatan, mulai dari kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional.
“Saat ini proses pleno dan rekapitulasi masih dilakukan ditingkat kecamatan yang progresnya berjalan sekitar 25 hingga 35 persen,” ucap dia.
KPU pun mengimbau agar jajaran PPK juga menggenjot progress pleno dan rekapitulasi. Sebab batas waktu kegiatan ini hingga tanggal 2 Maret nanti.
Adapun kendala yang ditemui dilapangan berupa klarifikasi kecil yang dapat diakomodir dengan menghitung ulang surat suara ketika terjadi selisih.
“Begitu juga aplikasi SiRekap berjalan lancar tidak ada kendala,” tandasnya.
Pantauan Koran ini, sejumlah partai politik di Gumi Tatas Tuhu Trasna mulai sesumbar atas perolehan suara caleg di DPRD Loteng yang dilakukan secara internal partai. Bahkan mereka memastikan semua daerah pemilihan (Dapil) mendapat kursinya masing-masing.
Salah satunya, Ketua DPD Partai NasDem Loteng Ahmad Syamsul Hadi misalnya, mengatakan meski rekapitulasi internal partai maupun KPU masih berlangsung hingga sekarang, namun partai besutan Surya Paloh itu memastikan semua dapil di Loteng mendapat kursinya masing-masing.
“Bahkan, di salah satu dapil juga berpotensi untuk menambah dua kursi,” katanya.
Dengan akumulasi suara yang telah terkumpul sampai kini, lanjut hadi, membuka lebar peluang NasDem sebagai salah satu unsur pimpinan di DPRD Loteng.
“C1 hasil sebagai basis saat ini sedang dikawal oleh saksi pleno kecamatan sudah kami rekap total. Semoga tidak ada pihak-pihak lain yang mencoba iseng bermain,” tukasnya.
Ketua DPD II Golkar Loteng HM Nursiah mengatakan, partai berlambang pohon beringin ini memiliki perolehan data sementara yang hasilnya masih berpotensi meraih kursi pimpinan dewan.
“Namun pihaknya masih menunggu hasil resmi rekapitulasi dari KPU,” kata Nursiah.
Mencuatnya posisi kedua Golkar di gedung dewan Jontlak, enggan ditanggapi mantan Sekda Loteng ini.
Ia bersikeras menunggu hasil perhitungan dan rekapitulasi resmi KPU.
“Kita hanya berusaha dan berdoa semoga ya itu (tambah kursi dan raih kursi pimpinan dewan, red),” tandas Nursiah. (ewi)
Editor : Kimda Farida