LOMBOKPOST-Masyarakat antusiasi mengikuti tradisi Bau Nyale atau menangkap cacing laut yang diadakan setiap tahun di Pantai Seger, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng).
Tradisi unik ini menjadi destinasi wisata langka yang selalu ditunggu warga setempat, termasuk wisatawan mancanegara (wisman).
Bagi masyarakat suku Sasak, cacing-cacing berwarna-warni ini dipercaya mendatangkan berkah.
Bahkan, mereka rela menginap di pantai demi mendapatkan cacing jelmaan Putri Mandalika itu.
Hal ini terlihat pada puncak tradisi Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger.
Sejak Kamis (29/2) malam lalu, masyarakat dan wisatawan mulai berdatangan memenuhi Pantai Seger dan sekitar perbukitan pantai.
Jumlahnya ribuan orang. Sebagian bahkan menginap pada tenda-tenda yang mereka persiapkan.
Ada pula yang hanya membawa alas tikar seadanya.
Semua tampak begitu antusias bersiap menangkap cacing yang keluar pukul 04.00 hingga 07.00 Wita.
John Charles wisman asal London mengatakan, ini adalah kali kedua dirinya datang berlibur ke Pulau Lombok membawa keluarganya.
Ia merasa kagum dengan keindahan pemandangan Pulau Lombok yang sangat natural dan alami.
Pada liburan kedua ini, diakui, menjadi momen pertama dirinya mendapat waktu liburan yang bertepatan dengan tradisi budaya Bau Nyale.
“Ini (cacing laut, red) adalah keajaiban dan warna-warnanya sangat cantik, banyak sekali orang yang datang kemari hanya untuk mencari cacing,” ungkapnya disela-sela menemani sang anak mencari nyale, Jumat (1/3).
Ia mengaku, belum pernah mencoba olahan cacing laut.
Ia beserta anaknya pun penasaran dan ingin mencoba cacing jelmaan seorang putri.
“Belum pernah, apakah kau mau memasakkannya untukku,” selorohnya pada Koran ini.
Senada, Chelli Eddie wisman asal Inggris mengaku luar biasa dapat menyaksikan ribuan orang tumpah ruah menuju pantai untuk mencari cacing laut.
Terlebih orang-orang berdatangan pada malam hari.
Kemudian menjelang pagi hari turun ke pantai mencari cacing menggunakan senter dan membawa jaring dan ember.
Ia sendiri belum pernah melihat secara langsung cacing jelmaan seorang putri tersebut. Namun ia sedikit tahu asal muasal legenda Bau Nyale ini.
“Saya mengetahuinya dari suami saya, bahwa dia (Putri Mandalika, red) melompat dari jurang karena menjadi rebutan para pangeran, kemudian berubah menjadi cacing dalam jumlah yang sangat-sangat banyak,” ucap pasangan YouTuber ini.
Walau ia sangat antusias ikut mencari cacing laut, ia enggan untuk memakannya karena merasa geli. “
Oh tidak, tapi suami saya sangat suka,” katanya sembari bergidik geli.
Sementara itu, Resty warga Desa Sengkol mengaku hasil tangkapan cacing laut sangat sedikit pasca puncak acara Festival Pesona Bau Nyale.
Ia yang datang kelokasi pada pukul 05.00 Wita harus pulang dengan sedikit kecewa.
“Cuma dapat sedikit ini, mungkin cacing nyale yang keluar sedikit,” katanya.
Diakui, sehari sebelum puncak acara dirinya sudah datang ke pantai untuk mencari cacing nyale dan hasilnya lebih banyak dari sebelumnya.
“Karena sedikit, kita buatkan sambal nyale saja nanti,” tukasnya.
Senada, Khotim Ramadhan warga dari Desa Jago, Praya juga kecewa karena mendapat tangkapan cacing Nyale yang sedikit.
Padahal tanggal 29 Februari hingga 1 Maret lalu diprediksikan pemerintah menjadi puncak keluarnya cacing nyale dalam jumlah melimpah.
“Prediksi pemerintah salah,” tandasnya.
Sementara itu, pada malam puncak Tradisi Pesona Bau Nyale 2024 diramaikan dengan penampilan band-band lokal ternama.
Untuk menambah semarak kemeriahan acara, digelar pula kegiatan pemangku adat Laut Selatan turun ke lautan diiringi putri-putri Mandalika.
Dengan menabur ritual bunga dan beras kuning. Dilanjutkan dengan penampilan Maos Aksara Lontar, Betandak dan wayang kulit.
Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengatakan, budaya tahunan ini tidak boleh hilang supaya dapat tersu dilestarikan bersama.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar tetap rukun dan saling menghargai agar terciptanya keamanan antar sesama.
“Generasi tua menghargai yang muda, yang muda menghormati yang tua. Sehingga nanti rasa aman itu akan terjalin, dinatara kita semua untuk menumbuh kembangkan semangat ekonomi di Lombok Tengah,”pungkasnya. (ewi)
Editor : Kimda Farida