LombokPost--Pemandangan sampah-sampah berserakan di pesisir Pantai Seger, Kecamatan Pujut hingga perbukitan terhampar pascaperayaan puncak tradisi Bau Nyale 2024.
Kawasan pantai itu menjadi lokasi utama sebagai kegiatan puncak yang berlangsung tanggal 29 Februari hingga 1 Maret lalu.
Fenomena serakan sampah ini dikeluhkan sejumlah pengunjung yang sadar kebersihan lingkungan.
Penyelenggara kegiatan dinilai sangat kurang menyediakan sarana pembuangan sampah dan tidak ada imbauan tegas untuk membawa kembali sampah atau membuang sampah pada tempatnya.
“Saya rasa setiap tahun begini, selesai kegiatan puncak Bau Nyale, sampah-sampah wajib berserakan,” ungkap Ema Widiastuti dan Sandrawati salah satu pengunjung belum lama ini.
Menanggapi hal in, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Lombok Tengah (Loteng) Lalu Sarkin Junaidi mengatakan, pihaknya belum sempat menghitung berapa banyak sampah yang terkumpul pasca Bau Nyale lalu.
Namun melihat jumlah armada yang diterjunkan sebanyak empat unit dengan kapasitas 1,5 ton untuk satu armada maka sampah yang terkumpul pasca Bau Nyale diperkirakan mencapai enam ton lebih.
“Saat dilokasi kita hanya sediakan satu kontainer, namun sampah justru sedikit dibuang kesana. Berserakan dimana-mana,” ungkapnya, Senin (4/3).
Menurutnya diperlukan kesadaran dari masyarakat ketika akan berkunjung ke suatu lokasi wisata.
Agar tidak melupakan bungkusan dari cemilan-cemilan yang dibawa ke lokasi.
Meski begitu, Sarkin memastikan kondisi Pantai Seger pascaBau Nyale sudah bersih kembali dari sampah berserakan.
“Selain kita siapkan armada, perlu juga kesadaran masyarakat kita terhadap sampah ini,” tambah Sarkin.
Ia menyebut, produksi sampah Loteng mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Jika biasanya 52 ton per hari kini bisa mencapai 60 ton per hari dan didominasi sampah rumah tangga.
Sarkin meyakini jumlah sampah melebihi dari jumlah yang tertangani tersebut.
“Yang kita mampu tangani per hari sekitar 60 ton per hari, sampah bertambah seiring bertambahnya pergerakan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Dinas LHK Loteng telah mengajukan penambahan armada ke pemerintah daerah.
Sejauh ini anggaran yang disiapkan untuk penggajian petugas kebersihan sekitar Rp 12 miliar lebih dengan jumlah 170 orang petugas.
“Kita tetap usulkan ada penambahan anggaran dan armadanya juga,” tukas Sarkin. (ewi)
Editor : Kimda Farida