Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Upayakan jadi Proyek Strategis Nasional, Rencana Pelebaran Jalan Biao-Kopang

Lestari Dewi • Selasa, 5 Maret 2024 | 21:32 WIB
Lalu Wiranata
Lalu Wiranata

LOMBOKPOST-Setiap kegiatan Musrenbang RKPD Kecamatan, Bupati Lombok Tengah (Loteng) Lalu Pathul Bahri tak henti-hentinya menyebut pentingnya dilakukan pelebaran jalan dari arah Jelojok ke Kota Praya atau taman Biao-Kopang. Hadirnya infrastruktur jalan yang lebih baik akan mendorong pergerakan ekonomi masyarakat serta tumbuhnya investasi di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Kepala Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Loteng Lalu Wiranata mengatakan, pihaknya masih menyusun pra-Fisibility Study (FS) dan Fisibility Study atau studi kelayakan sebelum dilakukan atau kelangkah Detiled Engineering Design (DED).

“Karena kita usahakan (proyek pelebaran jalan, red) menjadi proyek strategis nasional (PSN) sehingga pembebasan lahannya dan konstruksinya dibiayai oleh APBN,” ungkapnya usai Musrenbang RKPD Kecamatan Praya, Senin (4/3).

Ia menjelaskan, pada pelebaran jalan untuk menjadi dua jalur ini diprediski akan ada 400 lebih rumah dibebaskan lahannya. Kondisinya tidak jauh beda saat pelebaran Jalan Jenderal Sudirman dari Kampung Jawa-Karang Bulayak lalu. “Pelebaran ini nantinya apakah akan mengambil satu sisi sebelah kanan atau kiri saja, berdasarkan appraisal,” jelas Miq Wir akrab disapa.

Dikatakan, Pemda Loteng sengaja mengambil salah satu sisi karena jika mengambil keduanya akan memakan biaya cukup besar. Terlebih ketika pembebasan lahan mengenai posisi rumah warga, biayanya bisa mencapai Rp 3 juta per meter. “Karena struktur bangunan rumah warga mau tidak mau berubah atau diganti hingga kebelakang,” terangnya.

Pelebaran jalan yang akan memakan sekitar 10 kilometer (km) dengan jumlah rumah sekitar 400 lebih, kata dia, diprediksi biayanya bisa meningkat tahun ini. “Sebab untuk pelebaran jalan ini yang lebih besar biayanya adalah biaya pembebasan lahan dibandingkan konstruksi jalannya, untuk jalan Jenderal Sudirman saja memakan Rp 40 miliar,” ungkapnya.

Namun berapa perkiraan biaya pelebaran jalan Taman Biao-Kopang, diakui belum bisa ditentukan sebelum uji kelayakan tuntas. Pihaknya menargetkan uji kelayakan ini tuntas sebelum lebaran Idul Fitri tahun ini. “Bisa ratusan miliar lebih, tapikita tuntaskan dulu FS ini,” tukas Miq Wir. (ewi)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Lombok Tengah #pelebaran jalan #Bapperida