LOMBOKPOST-Meski hasilnya cukup memuaskan tahun lalu dan berada di bawah angka Provinsi NTB, namun Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng) menginginkan angka kemiskinan dan stunting makin berkurang.
Per bulan Januari 2024, angka stunting di Gumi Tatas Tuhu Trasna berada di sekitar 12,34 persen sedangkan angka kemiskinan berada diposisi 12,24 persen.
“Kita bersyukur untuk stunting sudah bisa dibawah target nasional 14 persen, sedangkan kemiskinan dibawah angka provinsi (urutan keenam se-NTB,red),” ucap Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri disela-sela kegiatan Musrenbang RKPD Kecamatan Praya di alun-alun Bencingah, Kota Praya, Loteng, Senin (4/3).
Capaian ini sungguh luar biasa, sambungnya, mengingat seluruh stakeholder terkait bergotong royong atau berembug mengatasi persoalan stunting dan kemiskinan ini.
Namun diharapkan pada tahun 2025 angkanya bisa menyentuh satu digit.
“Kami imbau pada seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu membahu, bersama-sama tuntaskan stunting dan kemiskinan,” timpalnya.
Kepala Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Loteng Lalu Wiranata mengatakan, Pemda Loteng telah menganggarkan untuk mengurangi angka kemiskinan dan stunting sekitar ratusan miliar rupiah dari APBD kabupaten tahun 2024.
“Anggaran ini khusus untuk kemiskinan dan stunting yang kita sebar pada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Untuk stunting lebih banyak di dinas kesehatan, dinas sosial,” jelasnya, terpisah.
Untuk angka stunting, kata dia, meski belum dirilis data bulan Februari tahun ini, namun diprediksi akan mengalami penurunan dan menyentuh 10 persen.
Daerah mana saja yang masih banyak angka stunting diakuinyamenyebar pada seluruh puskesmas di Loteng.
“Total keseluruhan ada tujuh ribu anak jadi target,” imbuhnya.
Sementara untuk angka kemiskinan, sambung Miq Wir akrab disapa, menyentuh pada 12,24 persen dari hasil Regsosek BPS.
Persentasi ini membawa Gumi Tastura diurutan keenam dari 10 kabupaten/kota se-NTB.
“Ada turun 0,5 persen dibanding tahun lalu,” pungkasnya. (ewi)
Editor : Kimda Farida