Kepala Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lombok Tengah (Loteng) berganti wajah. Kini dinakhodai oleh IPTU Luk Luk il Maqnun, wanita muda dan cantik asal Kota Malang. Tugas pertamanya diawali dengan turun lapangan mengecek sejumlah SPBU, guna mencegah kecurangan saat libur Lebaran.
LESTARI DEWI, Lombok Tengah.
MENGENAKAN celana biru langit dan baju biru navy dengan jilbab senada, membuat penampilan IPTU Luk Luk il Maqnun terlihat segar, di tengah panasnya terik matahari. Siapa sangka wanita kelahiran 1996 itu adalah Kepala Satreskrim Polres Loteng yang baru.
Jauh dari kata menyeramkan, sosok Iptu Luk Luk cukup sederhana dan ramah kepada siapa saja. Bahkan tanpa sungkan menceritakan sedikit perjalanannya sebagai polisi wanita yang kini diamanahkan bertugas di wilayah Gumi Tatas Tuhu Trasna.
Terjun di dunia kepolisian, diakui IPTU Luk Luk adalah cita-citanya sejak kecil. Impian ini pun didukung penuh pihak keluarga hingga ia mengemban pendidikan di sekolah kepolisian. Lulus sekolah tahun 2018 lalu, anak kedua dari dua bersaudara ini langsung mendapat penugasan pertama di Kalimantan Barat, tepatnya Polres Mempawah menjadi Kanit Ekonomi.
”Selanjutnya pindah tugas ke Polda Kalimantan Barat menjadi Kanit Cyber Ditreskrimsus, tak berselang lama saya lanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK). Tuntas di sini, barulah mendapat penugasan sebagai Subdit Renakta Ditreskrimum Polda NTB,” ucapnya, Jumat (5/4).
Usai di Polda NTB, Luk Luk mendapat amanah baru sebagai Kepala Satreskrim Polres Loteng. Sejauh ini dirinya belum menemukan kendala di tempat yang baru, sebab sebagai seorang polisi harus mampu beradaptasi segera dimanapun ditugaskan.
”Saya sendiri berusaha untuk beradaptasi secara cepat agar bisa segera menyesuaikan dengan lingkungan,” kata IPTU Luk Luk.
Salah satu tugas pertamanya adalah turun lapangan mengecek sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Praya yang dilintasi pemudik. Pengecekan ini untuk mencegah kecurangan penjualan bahan bakar minyak (BBM) selama libur Lebaran 1445 Hijriah.
”Pengecekan tera BBM untuk memastikan timbangan, takaran, dan meteran yang sesuai dengan dasar transaksi perdagangan,” ucapnya.
Guna mendukung kegiatan Operasi Ketupat Rinjani 2024, sidak SPBU ini untuk memastikan masyarakat sebagai konsumen merasa aman ketika membeli BBM menjelang mudik Lebaran. Dari hasil pengukuran, menunjukkan bahwa tera ukur yang telah ditentukan UPT Metrologi Legal Kabupaten Loteng dari beberapa sampel nozel dan jenis BBM yang berbeda.
”Saat pemeriksaan juga tidak ada endapan air di tangki tandon penyimpanan BBM, semuanya dalam batas normal,” tutup wanita yang masih single itu. (*/r11)
Editor : Akbar Sirinawa