Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinilai Beri Dampak Positif, Pemda Loteng Kembali Gelar Car Free Night

Lestari Dewi • Kamis, 25 April 2024 | 08:06 WIB

 

Lendek Jayadi
Lendek Jayadi

LombokPost--Sempat vakum diawal tahun ini, pemerintah daerah (pemda) Lombok Tengah (Loteng) kembali menghadirkan kegiatan Car Free Night (CFN) atau malam bebas kendaraan.

Dari hasil evaluasi CFN tahun lalu, akan ada pembenahan baik dari sisi tata kelola hingga dampak ekonomi kegiatan.

"Insya Allah akan kembali digelar CFN tahun 2024, mulai tanggal 4 Mei nanti dengan waktu dua kali dalam sebulan," ucap Asisten II Setda Loteng Lendek Jayadi, Selasa (23/4).

Ia menuturkan, CFN yang diisi dengan pasar malam menghadirkan aneka kuliner yang disajikan para pelaku usaha mikro dan kecil menengah (UMKM).

Pengunjung yang hadir juga dimanjakan dengan penampilan band-band lokal yang unjuk kebolehan.

"Karena pasar malam ini kembali digelar, maka semua pihak yang terlibat didalamnya mulai bergerak. Baik segi aminitas, penataan lapak UMKM dan lainnya," kata mantan kepala Dinas Pariwisata Loteng ini.

Sempat menjadi kendala soal lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di Kota Praya, diyakini sudah mulai teratasi perlahan.

Termasuk penempatan pedagang yang terkesan semrawut, kini akan diatur lebih rapi dan sesuai kategori atau atraksi jualan.

"Yang kuliner, kuliner semua, yang fashion dan pakaian pun begitu. Sesuai zonasi, tidak campur aduk lagi," imbuhnya.

Pemda pun sudah menetapkan jadwal CFN kepada ketua pengelola. Agar segera dipublikasikan kepada masyarakat sekaligus. Tidak lagi mempromosikan setiap waktu ketika CFN itu akan digelar.

"Kita mau kalender event dalam satu tahun ini sudah dipastikan tanggal dan temanya agar relevan," terang Lendek.

Lendek pastikan gelaran ini tidak mengambil anggaran dari manapun.

Sebab dari arah kebijakan pimpinan daerah, mengedepankan belajar kemandirian.

Bahkan, manajemen CFN pun sifatnya berpartisipasi.

"Pimpinan inginkan CFN ini tidak hanya berpusat di Kota Praya saja, namun berpindah-pindah ke setiap kecamatan. Harapannya, setiap kecamatan menunjukkan keunikan dan daya tariknya berbeda-beda," kata Ketua Dewan Masjid Loteng ini.

Menyinggung perputaran uang dampak dari CFN tahun lalui, diakui pemda tidak lakukan penghitungan karena sifatnya masih uji coba.

Namun di tahun ini, pemda akan mencoba pendekatan manajemen event. Sehingga akan ada akurasi dari segala sisi.

"Kita juga ingin bisa menghitung berapa sih spending yang dihasilkan dari setiap event yang dihadirkan," tutup Lendek. (ewi)

 

 

Editor : Kimda Farida
#Pemkab Loteng #Car Free Night (CFN) #Kota Praya