Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lebih dari Sepekan Belum Ditemukan, Ikhtiar Mencari Dokter Wisnu Terus Dilakukan

Lestari Dewi • Kamis, 25 April 2024 | 09:05 WIB
Lalu Firman Wijaya
Lalu Firman Wijaya

LombokPost--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berikhtiar mencari Lalu Wisnu Aditya.

Dokter muda RSUD Praya ini hilang pasca tenggelamnya perahu akibat diterjang ombak di perairan Pantai Lancing, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat pada Rabu (17/4) lalu.

"Kita masih ikhtiarkan bantu mencari memenuhi harapan keluarga Pak Wisnu, ini juga sesuai instruksi Pak Bupati ya," ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng Lalu Firman Wijaya pada wartawan, Selasa (23/4).

Saat ini, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Loteng untuk melibatkan para nelayan pesisir pantai untuk ikut mencari pria 27 tahun tersebut.

Melibatkan para nelayan pun tidak sembarangan, diutamakan nelayan yang miliki pengalaman melaut.

Melihat kondisi medan yang terjal, berombak tinggi akibat cuaca yang belakangan memburuk.

Serta kemungkinan kemana arus laut membawa dr Wisnu.

"Kita sudah lakukan komunikasi dengan kelompok nelayan ini, sudah bergerak. Ketika cuaca mulai memburuk, terpaksa naik ke pesisir," ungkapnya.

Hingga hari ketujuh pencarian, kata Sekda Firman, Wisnu belum juga ditemukan.

Dari pihak Basarnas Mataram akan segera menyetop pencarian, namun bisa juga masa pencarian ditambah.

Dengan harapan bertambahnya waktu pencarian dapat menemukan dr Wisnu.

"Siapa tahu dengan ditambah waktu, bisa ditemukan," ungkap sekda sekaligus Kepala BPBD Loteng ini.

Sekda Firman mengaku, sejumlah kendala dihadapi selama pencarian dr Wisnu.

Mulai dari medan yang luar biasa sulit, keterbatasan sarana dan prasarana, untuk tugas-tugas tertentu seperti penyelam belum dimiliki daerah, hingga terkendala sinyal radio.

"Walau mereka juga ikhlas turut mencari, namun khawatir juga dengan kondisi medannya," ucap dia.

Mengenai tidak adanya sinyal radio, diakui turut mengganggu komunikasi antar anggota BPBD.

Ia pun coba menghubungi pengurus Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) di Kota Mataram untuk membantu dalam komunikasi.

"Pitter ini ada disana, terakhir dipakai saat gempa 2018. Ini dipakai untuk penguat sinyal oleh BPBD, kita coba pakai komunikasi handphone, sinyal provider juga lemah disana," tutup mantan kepala Dinas PUPR Loteng ini. (ewi)

 

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#pencarian #tenggelam #RSUD Praya #BPBD Loteng #memancing #sekda Loteng #hilang