Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

IPAC 2024 di Lombok Tengah, Jadi Ajang Try-Out Atlet PON Aceh-Sumut

Lestari Dewi • Minggu, 12 Mei 2024 | 09:20 WIB
Seorang atlet mempersiapkan perlengkapan terjun payung miliknya pada ajang IPAC 2024 di Sky Lancing, Desa Mekarsari, Praya Barat, Lombok Tengah.
Seorang atlet mempersiapkan perlengkapan terjun payung miliknya pada ajang IPAC 2024 di Sky Lancing, Desa Mekarsari, Praya Barat, Lombok Tengah.

LOMBOKPOST-Kejuaraan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2024 dimanfaatkan para atlet terjun payung untuk mengasah kemampuan pada PON Aceh-Sumut 2024.

Kejuaraan asli milik Indonesia itu berlangsung sejak tanggal 10-14 Mei di kawasan Sky Lancing, Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng).

"Ini jadi lebih persaingan antar provinsi, sebagian besar yang hadir adalah atlet PON Aceh-Sumut. Menggunakan event ini sebagai ajang tryout," ucap Sekretaris Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) NTB Roy Rahmanto, Sabtu (11/5).

Ia menuturkan, ada empat kelas yang diperlombakan dalam kejuaraan terjun payung yaitu overall atau campuran, wanita perorangan, beregu dan overall junior dibawah 26 tahun.

Adapun total peserta yang ikut serta sebanyak 48 pilot. Dua diantaranya berasal dari Rumania serta Malaysia. Sementara NTB diwakili dua pilot, Soni Ade Hermawan dan Yaser Arafat.

Dikatakan, Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi daerah yang mengirim wakil paling banyak, yaitu 21 pilot. Kemudian Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dengan 10 pilot. "Selebihnya ada dari Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jakarta hingga Papua," tambah Ketua Pelaksana IPAC 2024 itu.

Roy menjelaskan, IPAC merupakan kejuaraan paralayang kelas dunia yang diselenggarakan di Indonesia. Sama dengan ajang Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC), IPAC juga mengukur ketepatan mendarat sebagai dasar penilaiannya.

Tahun ini, IPAC akan digelar sebanyak lima seri. Setelah seri pertama atau pembuka di Loteng, seri kedua akan digelar di Banyuwangi, Jatim. Bergeser ke Kota Baru Kalimantan Selatan (Kalsel), Kota Batu Jatim dan terakhir di Tinombo Sulawesi Tengah (Sulteng).

Peserta IPAC sendiri tidak banyak, karena memang IPAC hanya diikuti atlet paralayang nasional dan beberapa negara luar. Setiap poin yang diperoleh selama IPAC, bagi atlet nasional itu ada dua manfaat, yaitu menambah poin rangking nasional sekaligus poin untuk rangking dunia.

"Jadi peserta yang ikut pada ajang IPAC ini rata-rata atlet PON semua, karena selain mengejar poin rangking dunia, mereka juga mengejar rangking nasional," tutupnya.

Perlu diketahui, pada akhir seri nanti yang terbaik akan menjadi wakil Indonesia di kejuaraan dunia tahun 2025 yang direncanakan digelar di Korea Selatan. (ewi) 

Editor : Redaksi Lombok Post
#paralayang #Lombok Tengah #PON Aceh - Sumut 2024 #fasi #atlet #IPAC #NTB #2024 #Sky Lancing