Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinas Pertanian Loteng Galakkan Gerakan Menanam Singkong

Lestari Dewi • Senin, 13 Mei 2024 | 15:40 WIB
LOKASI BAHAN BAKU: Inilah tampilan perbukitan di kawasan Sky Lancing, Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Loteng. Perbukitan yang biasa ditanami jagung berpotensi digantikan tanaman singkong.
LOKASI BAHAN BAKU: Inilah tampilan perbukitan di kawasan Sky Lancing, Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Loteng. Perbukitan yang biasa ditanami jagung berpotensi digantikan tanaman singkong.

LombokPost-Kehadiran pabrik tapioka pada Sentra IKM Olahan Pangan di Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Dinas Pertanian (Dispertan) Lombok Tengah (Loteng).

Sebab, pabrik ini memiliki kapasitas menghasilkan tepung tapioka sebanyak 12 ton per hari. Sehingga pemerintah daerah (pemda) harus segera menyiapkan bahan baku tapioka tersebut. 

”Artinya ini menjadi peluang bagi petani kita untuk menanam singkong,” ucap Kepala Dispertan Loteng Muhammad Kamrin, Minggu (12/5). 

Ia menuturkan, seiring perkembangan zaman, menanam singkong mulai ditinggalkan petani lokal.

Lantaran orientasi petani sudah berubah, lebih memilih tanaman yang mendatangkan nilai ekonomi lebih cepat.

”Satu sisi ubi atau singkong ini dari segi pasar belum terjamin nilainya,” katanya. 

Sehingga, Dispertan Loteng diminta untuk menggerakkan kembali menanam ubi. Dengan menyiapkan bibit singkong senilai Rp 100 juta atau dari 39.500 bibit dari Lampung.

”Dalam waktu dekat kita akan lakukan gerakan menanam singkong,” imbuh mantan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Loteng. 

Lantas bagaimana rencana pemda akan menanam bibit singkong tersebut?

Dikatakan, untuk sementara mendatangkan bibit dari luar.

Sedangkan untuk pegembangan diharapkan semua wilayah memiliki potensi menanam, baik di utara dan selatan. 

Dengan menggunakan sistem tumpang sari.

Bagi Kamrin, ini positif karena satu tempat bisa menghasilkan beberapa jenis komoditas, sehingga memberikan tambahan ekonomi.

”Sekarang bagaimana agar pemda mendorong petani-petani untuk menanam singkong." katanya. 

Kamrin berharap, harga jual singkong tingkat pabrik dapat memberikan nilai tambah pendapatan dan kesejahteraan bagi petani.

Namun ini tidak bisa diintervensi, sehingga satu-satunya cara ada langkah atau komitmen antara pengelola pabrik dan petani. (ewi/r11)

Editor : Kimda Farida
#Loteng #ikm #Praya