Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Desa Wisata Aik Berik Target 10 Besar Nasional di ADWI 2024

Lestari Dewi • Sabtu, 8 Juni 2024 | 15:40 WIB
TARGET 10 BESAR: Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri beserta jajaran menanam pohon di kawasan Tibu Nangklok, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng, Jumat (7/6).  (Dewi/Lombok Post)
TARGET 10 BESAR: Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri beserta jajaran menanam pohon di kawasan Tibu Nangklok, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng, Jumat (7/6). (Dewi/Lombok Post)

LombokPost-Desa Wisata Aik Berik di Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng) masuk dalam 50 besar desa wisata di Indonesia.

Artinya, desa ini berhak mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

”Tentu ini membanggakan masuk 50 besar dalam ADWI 2024 mewakili Provinsi NTB,” ucap Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri usai mengikuti penanaman pohon di kawasan mata air Tibu Nangklok, Desa Aik Berik, Jumat (7/6).

Ia menuturkan, pada kawasan wisata Desa Aik Berik terdapat sejumlah air terjun seperti Benang Stokel dan Benang Kelambu, sumber airnya keluar langsung dari pori-pori bebatuan.

Lantas sejauh mana persiapan pemda Loteng saat visitasi penilaian pusat nantinya?

Diakui bupati, akan dipersiapkan maksimal oleh Dinas Pariwisata Loteng.

Diharapkan dari persiapan visitasi ini, minimal Desa Wisata Aik Berik masuk dalam 10 besar nasional.

”Ini harapan kita semua, dari 50 menjadi 10 besar,” ucapnya.

Selain kepada desa-desa wisata lainnya, politisi Gerindra ini berharap dapat memecut semangat untuk meraih prestasi yang sama.

“Sehingga dari 12 spot wisata yang kita canangkan ke masyarakat dengan taraf internasional itu bisa dikunjungi wisatawan dalam jumlah banyak,” harap mantan anggota DPRD NTB ini.

Sebagai informasi, menjadi bagian dari ADWI 2024, Kemenparekraf telah menetapkan enam indikator penilaian.

Antara lain, harus memiliki Daya Tarik, dengan potensi utama desa wisata yang memiliki keunikan, keautentikan, dan kreativitas yang menjadi daya tarik wisata berupa produk wisata.

Seperti wisata alam, buatan, budaya, dan produk ekonomi kreatif bisa berupa kriya, kuliner, dan fesyen.

Kemudian, amenitas maksudnya peningkatan standar kualitas dengan standar CHSE melalui fasilitas homestay, toilet, serta fasilitas penunjang pariwisata lainnya.

Berikutnya, akselerasi transformasi digital melalui pelayanan infrastruktur dan menciptakan konten kreatif sebagai sarana promosi desa wisata melalui media digital.

Selanjutnya, kelembagaan dan SDM, maksudnya bahwa pemberdayaan SDM di desa wisata untuk meningkatkan lapangan kerja, dampak ekonomi, serta mendukung kesetaraan gender dalam pelibatan SDM di desa wisata.

Terakhir, resiliensi pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan dengan memperhatikan isu lingkungan serta memiliki manajemen risiko.

”Terpenuhinya indikator ini, tentu bagi pokdarwis sangat paham ya, bahwa pariwisata kita sekarang tentang pariwisata berkelanjutan, sehingga mereka betul-betul menjaga kelestarian alamnya, dan salah satu yang membuat mereka terpilih,” terang Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Chandra Aprinova. (ewi/r11)

Editor : Kimda Farida
#desa #Loteng